Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Rudy Hermanto : Istilah Pribumi Dan Nonpribumi Sudah Selesai Saat Indonesia Merdeka !

Rudy Hermanto : Istilah Pribumi Dan Nonpribumi Sudah Selesai Saat Indonesia Merdeka !

- Jumat, 14 April 2023 20:54 WIB
Matatelinga/Istimewa
Anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto
MATATELINGA, Medan : Sebagai anak bangsa masalah pribumi atau non pribumi telah selesai sejak 17 Agustus 1945 Indonesia Merdeka.

Keberagaman adalah kenyataan yang ada, kebhinekaan adalah kekayaan bumi nusantara.. Sebagaimana Dasar Negara kita Pancasila.

"Sebagai kader PDI Perjuangan, kita melihat Indonesia sebagai sebuah negara yang terdiri atas agama, suku, kebudayaan, kepercayaan dan tidak pernah membeda-bedakan asal usul dan latarbelakang mereka,," kata Rudy Hermanto di Medan, Jumat (14/4/2023).

Anggota dewan Dapil Sumut I A ini merespon Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman yang menyebutkan, Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara dalam 20 tahun ke depan akan dikuasai oleh nonpribumi.

BACA JUGA: Perumda Tirtanadi Apel Siaga Kesiapan Layanan Air Minum Jelang Idul Fitri 1444 H

Lebih spesifik, Aulia meminta untuk mewaspadai nonpribumi yang akan menguasai Kota Medan.

Aulia Rachman menyampaikan hal itu di acara Dialog Ramadan 1444 Hijriyah yang digelar Asahan Kampungku Community di Café & Resto d’Kuliner AsahanKampungku Jl. Sultan Makmoen Al Rasyid Medan, Minggu (9/4), lalu.

[br]

Menyikapi hal itu, Rudy Hermanto berpendapat pernyataan Aulia terkesan berbau rasis, namun PDI-P memandang hal tersebut sudah selesai dan tidak perlu dipermasalahkan lagi.

"Yang jelas, bagi kita istilah pribumi dan nonpribumi tidak ada lagi, itu istilah peninggalan jaman Belanda, yang penting bagaimana kita bisa bekerja dan mengabdikan diri memberi yg terbaik untuk kemajuan Bangsa menghadapi Globalisasi dengan memperkuat Idiologi Pancasila kepada generasi muda, " tandasnya.

Sebagaimana Pidato Ir Soekarno pada 1 juni 1945 Tentang Lahirnya Pancasila, lanjut Rudy yang mengatakan bahwa Indonesia terdiri atas bermacam suku, agama, bahasa dan kebudayaan, dan bukan milik satu kelompok tertentu.. Tetapi satu untuk semua semua untuk satu .

Undang - undang memberi ruang kepada semua anak bangsa memilih dan dipilih..Rudy mencontohkan, banyak kader PDI-P di sejumlah provinsi di Indonesia yang berasal dari warga Tionghoa yang berhasil menjadi kepala daerah.

Seperti Andrei Angouw yang terpilih menjadi Walikota Manado, kemudian Tjhai Chui Mie yang terpilih menjadi Walikota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat dan sebelumnya anggota DPRD Singkawang.

"DPRD Kota Medan juga dipimpin Ketua Hasyim SE yang berasal dari suku Tionghoa. Sebelumnya Sofyan Tan dan Nelly Armayanti berhasil menang di putaran pertama pemilihan Walikota Medan tahun 2010.

Sofyan Tan sendiri sekarang adalah anggota DPR RI. Mereka seluruhnya kader PDI-P sepanjang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Undang - Undang " katanya.

[br]

Rudy Hermanto berpendapat, siapapun berhak maju bila telah sesuai dengan mekanisme..PDI Perjuangan memberi ruang kepada semua kader termasuk dari Suku TIonghoa untuk mengabdi jadi kepala daerah,maupun legislatif yang memiliki kemampuan dan kehandalan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu memajukan dan mensejahterakan daerahnya.

Harapan kita ke depan, tidak ada lagi istilah pribumi dan nonpribumi, karena dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi yang sudah baik ini. Sudah cukup pengalaman kita ketika Pilkada DKI beberapa tahun lalu.

"Di hari baik dan bulan baik di bulan Ramadhan ini, marilah kita berbaik sangka. Marilah kita rawat kebhinekaan dan toleransi beragama dengan baik memperkuat persatuan berdasarkan Pancasila, .UUD 1945, Kebhinnekaan dan NKRI.

Jangan sampai warga kota Medan dilaga-laga dengan istilah jaman Belanda itu, apalagi yang menyampaikan seorang Wakil Walikota Medan." kata Rudy, yang baru saja menerbitkan Buku Merawat Pancasila, Menjaga Indonesia.

Sebelumnya, Wakil Ketua PDIP Sumut DR.Aswan Jaya menilai penjelasan Wakil Walikota Medan Aulia Rachman membingungkan, karena Aulia sepakat dengan Instruksi Presiden No 26 Tahun 1998 tentang pelarangan pemakaian kata pribumi dan non pribumi, namun di sisi lain dia juga memakai kata itu.

"Aulia sebenarnya wajib mematuhi itu, karena dia sebagai kepala daerah bagian dari pemerintah di tingkat kota, jadi tidak lagi dipakai kata narasi nonpribumi itu. Apa pun alasannya nggak bisa lagi dia pakai," ujar Aswan.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Anggota DPRD Labuhanbatu Dari Fraksi PDIP Kunjungi Korban Kebakaran Lingkungan Bakti Rantauprapat

Berita Sumut

Ketua PC InTi Labuhanbatu dan Ketua DPRD Kota Medan, Apresiasi Temu Kangen Alumni Xin Min School Rantauprapat

Berita Sumut

Aryves New Boutique,Hadirkan Busana Bergaya Tionghoa yang Memikat dan Trendy

Berita Sumut

Robi Barus Gelar Doa Bersama Tokoh Agama Dan Masyarakat Untuk Indonesia

Berita Sumut

Laksanakan Reses III di Medan Timur, Hasyim Tanggapi Langsung Aspirasi Masyarakat

Berita Sumut

Puluhan Warga Etnis Tionghoa Buka Bersama Anak Yatim Di Panti Asuhan Al Arif Al-washliyah Rantauprapat