MATATELINGA, Gunungsitoli :-Parlindungan Purba apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang akan membenahi kawasan wisata cagar budaya Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan.
"Kita mendukung dan menyampaikan apresiasi dengan adanya upaya tersebut, " kata Parlindungan Purba saat bertemu dengan Martina Silaban selaku Kabid Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, didampingii staf Tiar dan Junaidi Purba di Bandara Binaka Gunungsitoli, Minggu (16/4/2023).
Menurut Martina Silaban langkah awal yang dilakukan adalah peninjauan lokasi untuk pembuatan studi kelayakan dan dilanjutkan pembenahan infrastruktur.
"Itu yang terpenting saat ini dalam melaksanakan program pelestarian pengembangan dan pemanfaatan kawasan wisata cagar budaya Bawomataluo, Nias Selatan, " kata Martina.
Lebih lanjut Martina menyampaikan bahwa program ini merupakan Implementasi UU Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010 .Manfaat dari kegitan ini untuk pendidikan, sosial, budaya dan pariwisata yang berdampak pada peningkatan perekonomian sehingga terwujudnya kesejahtraan masyarakat khususnya Nias Selatan.
"Saat ini Tim kita sedang melaksanakan observasi study kelayakan, " tandasnya.
Perlu diketahui bahwa, Bawomataluo adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Fanayama. Desa ini merupakan salah satu yang paling terkenal karena ukuran rumah adatnya yang cukup besar (Omo Sebua) dan akses menuju desa yang relatif mudah, desa ini berada pada ketinggian 324 m dari permukaan laut.
Desa Bawomataluo terkenal sebagai Desa Budaya dan budaya yang terkenal dari desa ini adalah tradisi "Lompat Batu" atau Hombo Batu merupakan tradisi dari dulu dan turun temurun di Nias. Dahulunya, kegiatan ini merupakan latihan bagi para pemuda Nias untuk berperang melawan musuh.