Matatelinga - Medan, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Dr Raden Roro Sri Hartati Surjantini mengatakan, suspek ebola asal Tanjungmorawa, NN, meninggal karena cerebral malaria.
"Keluarga mengatakan malarianya kambuh tapi tidak ditangani dengan baik. Akhirnya penyakit malaria pun sampai ke otak (cerebral)," ujarnya, Kamis (11/9).
Menurut Roro, NN menjadi suspek ebola karena baru kembali dari Nigeria dan dalam jangka waktu kurang dari dua pekan suhu badannya naik di atas 39 derajat celcius. Namun, pemeriksaan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan terhadap almarhum menunjukkan hasil negatif.
"Kepala Badan Litbangkes Kemenkes tentang hasil PCR (polymerase chain reaction) pasien almarhum NN, RS Adam Malik pemeriksaan sampel hari pertama, hari kedua dan hari ketiga semuanya negatif ebola," katanya.
Pemeriksaan PCR juga dilakukan kepada anak NN yang kontak dengannya. "Alhamdulilah hasilnya juga negatif ebola," katanya.
(mt/bro)