Natatelinga - Medan, Suasana warga jalan Mandala Baypas kelurahan Tegal Sari Mandala 1 kecamatan Medan Denai. tepatnya diperlintasan Kreta Api mendadak menjadi gempar, pasalnya, seorang lelaki yang diduga bernama Frengki (25) warga Malpinas Mandala tewas mengenaskan setelah disambar Kreta api jurusan Medan menuju Kualanamu. Kamis (11/9/2014) sekitar pukul 20:15 Wib.Informasi yang dihimpun dilokasi kejadian. Lelaki yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut belum diketahui kepastiannya tawas kecelakaan atau bunuh diri.Sementara itu, Siti (18) warga sekitar mengatakan kalau dirinya sempat melihat Frengki berjalan diperlintasan kreta api, " Tadi sore saya lihat dia berjalan direl kayak mondar-mandir gitu bang, " ujarnyaDikatakannya, warga sekitar mengetahui bahwasannya Frengki mengalami gangguan kejiwaan, " kalu Frengki yang itu gila bang, " imbuhnyaSontak warga yang mengetahui peristiwa tersebut menjadi berhamburan untuk melihat siap yang baru ditabrak kreta api, " Tadi Mak Upik yang melihat bang, mak Upik itukan jualan diseputaran rel kreta api, tiba tiba mak upik melihat kreta api jurusan kuala namu tersebut pelan siaptu dia lihat potongan tangan manusia, " ujarnyaMendadak, Mak Upik berteriak minta tolong, warga sekitar yang mendengar teriakan mak Ùpik langsung beramburan memadati potongan tangan tersebut, tidak jauh dari penemuan potongan tangan tersebut warga menemukan potongan yang diduga pahak, sekitar jarak 10 meter kemudian warga menemukan potongan badan dan kepala yang pecah akibat terseret kreta api.Sementara, Junaidi (54) selaku petugas penjaga perlintasan kreta api mengatakan tidak melihat ada orang yang berjalan di seputaran palang rel tempat dirinya bekerja, " Tadi saya gak liat ada orang yang jalan bang, mungkin dia dari ujung sana sudah tertabrak makanya terseret sampai sini, " ujarnyaDitambahkan Junaidi, sebelum kreta api melintas di rel tempat dia bekerja dirinya sudah menurunkan plang, " tadi plang saya turunkan kok, makanya saya bingung mengapa ada orang yang ditabrak kreta api, " terangnya.Amatan kru koran ini dilokasi perlintasan, potongan tubuh korban ditabrak kreta api tersebut sekitar 40 menit masih dibiarkan, belum tampak petugas Polsek Area atau Percut Sei Tuan melakukan Evakuasi terhadap jasad korban, dikarenakan potongan tubuh korban terletak ditengah-tengah rel yang mana perbatasan wilayah hukum polsek Medan Area dan Polsek Percut Sei Tuan.(Mt/Uut)