MATATELINGA, Tebingtinggi : AS (21), seorang remaja warga Kevamatan Sipispis terpaksa meringkuk di balik jeruji besi sel tahanan Mapolres Tebingtinggi usai dirinya di laporkan dalam perkara pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Sedangkan korban merupakan seorang Remaja Putri yang masih berusia 14 tahun dan berstatus masih sebagai pelajar, sebut saja namanya Bunga yang juga warga Sipispis.
Pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut terjadi pada Sabtu dinihari (22/04) sekira pukul 01.00 Wib di dalam rumah milik pelaku.
Hal inilah yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP Junisar Rudianto Silalahi, SH, MH melalui Kasi Humas AKP Agus Arianto, pada Selasa sore (09/5/2023) dalam siaran persnya di Mapolres Tebingtinggi.
BACA JUGA:Kapolres Tebingtinggi Hadiri Halal Bihalal Tiga Pilar
Di katakan Agus, bahwa pelaku merupakan warga Sipispis dan berhasil di tangkap oleh personil sat Reskrim Mapolres Tebingtinggi berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B/ 207 /IV/2023 / SU. RES T. TINGGI / SPKT. TT, Tanggal 22 April 2023 yang dilaporkan A Purba (51) selaku orang tua korban Bunga.
[br]
"Pelaku sudah kami tangkap setelah mendapat laporan dari keluarga korban," kata Kasi Humas.
Agus juga mengatakan kalau pencabulan itu terjadi beberapa pekan lalu tepatnya pada Sabtu dinihari tanggal 24 April 2023 sekira pukul 00.30 WIB saat korban di depan sebuah rumah dan pelaku memberhentikan sepeda motornya, lalu mengajak korban Bunga untuk singgah ke rumahnya sejenak sambil berkata, "Kita singgah ke rumah bentar ya," ucap pelaku kepada korban.
Selanjutnya korban masuk ke rumah dan melihat tidak ada orang didalam rumah tersebut, usai dipersilahkan duduk oleh pelaku di ruang tamu, pelaku menutup pintu rumah sembari mengambil minuman seperti air putih dan memberikan kepada korban.
"Usai korban meminum air, korban merasa tubuhnya panas dan lemas serta pusing, kesempatan itu langsung dimanfaatkan pelaku untuk berbuat asusila, pelaku kemudian membawa korban masuk ke dalam kamar lalu melakukan aksi pencabulan sampai akhirnya korban tertidur," ungkap Kasi Humas.
[br]
Korban yang mengalami trauma menangis dan mengadukan peristiwa yang dialaminya kepada keluarga, setelah menerima laporan keluarga korban, personel Satreskrim Polres Tebingtinggi, Senin (08/05) melakukan penyelidikan tentang keberadaan pelaku dan didapati informasi bahwa pelaku sedang berada di tempat kerjanya di Sipispis.
Pada hari itu juga sekitar pukul 15.30 WIB, petugas akhirnya menangkap pelaku dan langsung membawanya ke Polres Tebing Tinggi guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (2) subsider pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlidungan anak menjadi undang-undang.
"Ancaman hukumannya 15 tahun kurungan penjara," tutup Kasi Humas.(bas)