MATATELINGA, Medan :Kanit Gakkum Satuan Pamong Praja Medan jadi sorotan. Pasalnya, ucapannya tidak ditepati. Ia berjanji empat hari baru dibongkar ternyata menjelang Magrib mengerahkan pasukan Pol PP membongkaran Pos PP di Belawan.
Kronologis ,saat pertemuan dengan Kanit Gakkum Satpol PP Kota Medan, M.Malau dengan Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Belawan, H.Suhendra Irfan Hamidi dan Ketua Ranting PP Kelurahan Belawan ll Ujuan Safii Pohan, yang dihadiri Lurah Belawan ll Saripah Pulungan dan sejumlah petugas dari Kepolisian serta Koramil 09 Belawan dikedai kopi di pasar Kapuas Belawan tidak tercapai kesepatan.
Kemudian acara pertemuan tersebut bubar dan keluar dari dalam kedai kopi. Namun setiba diluar tepatnya didepan Pos PP di simpang Jalan Bunga dan Jalan Jawa, Kanit Gakkum penegakan penertiban bangunan, Kanit Gakkum dengan memegang Toa langsung memerintahkan anggota Satpol PP yang jumlahnya puluhan personil membongkar bangunan Pos PP.
Namun pembongkaran Pos PP tersebut tidak berjalan mulus karena dihambat oleh anggota PP dengan cara memblokir Pos. Satpol PP Medan juga berusaha memaksa tapi dilawan anggota PP dengan cara melempari anggota Satpol PP dengan kayu dan batu.
[br]
Sejumlah petugas Sabhara dari Polres Pelabuhan dan Koramil serta Lurah langsung memisahkan dan masing masing pihak mengundurkan diri.
Karena mendapat perlawan dari anggota PP, maka Kanit Gakkum penegakan penertiban, M.Malau memberikan solusi kepada PP bahwa pembongkar Pos tersebut ditunda hingga sepekan kedepan dengan sarat supaya Pos PP tersebut dibongkar sendiri.Atas perkataan dari Kanit Gakkum tersebut anggota menyanggupi dan berjanji akan membongkarnya sendiri yang akhirnya personil Satpol PP mudur dan begitu juga anggota PP.
Kemudian dialog diadakan kembali bahwa pembongkaran Pos PP tersebut ditunda untuk sementara waktu.Kanit Gakkum Satpol PP memberikan waktu 4 hari hingga sepekan kepada agar Pos PP dibongkar sendiri oleh anggota PP.
Maka anggota Satpol PP langsung berkumpul di Jalan Sumatera dan begitu juga anggota PP membubarkan diri berhubung hari sudah petang dan waktunya Sholat Magrib.
Namun petang itu, setelah anggota PP membubarkan diri,Kanit Gakkum Satpol PP kembali memerintah pasukannya membongkar Pos yang ada di simpang Jalan Bunga dan Jalan Jawa. Dalam waktu singkat akhirnya Pos PP dirubuhkan hingga rata dengan tanah.
[br]
Satuan Satpol PP yang jumlahnya puluhan orang yang telah berhasil merubuhkan Pos PP di simpang Jalan Bunga dan jalan Jawa Belawan langsung bergerak menuju ke Jalan Bliton Timur yang ada Pos PP dan kembali merubuhkan Pos PP tersebut.Saat Pos PP tersebut dirubuhkan ada anggota PP Anak Ranting l, Dedi Irawan tewas.
Korban tertimpa balok beton, mengakibatkan korban tewas di rumah sakit saat dirawat dokter.
Kejadian tersebut langsung ditinggalkan Kanit Gakkum Satpol PP M.Malau bersama anggotanya tanpa menghiraukan korban yang sekarat dibawah reruntuhan tembok.
"Untuk itu kami Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Belawan minta Walikota Medan Boby Afif Nasution mengusut hingga tuntas dan memecatnya," ujar Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Belawan H Suhendra Irfan Hamidi saat pengebumian Dedi Irawan diperkuburan Muslim Belawan lama,Jum,at siang kemaren.