MATATELINGA, Binjai -Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-KSPSI) wilayah Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Sejarahta Sembiring angkat bicara pasca keterlibatan anggotanya atas kematian seorang pria di Kecamatan Salapian.Kepada wartawan, Sejarahta Sembiring membenarkan keterlibatan oknum anggotanya dalam peristiwa berdarah tersebut. "Iya benar pelaku itu anggota kita, siapapun yang menghilang nyawa seseorang harus menjalani proses hukum," tegasnya.Ia mengungkap, sabetan parang yang dihujamkan pelaku merupakan bentuk pembelaan diri atas penyerangan yang dilakukan oleh korban bersama kelompoknya.[br]"Berdasarkan informasi yang saya terima dari anggota disana, awalnya mereka diserang oleh korban dan rekannya. Untuk membela diri, maka terjadilah perkelahian dan saling bacok," ungkap Sejarahta. Kamis, (18/05/2023), melalui sambungan telepon seluler.Kendati demikian, dirinya mendukung pihak Kepolisian dalam menangani kasus ini, seraya memberikan himbauan kepada seluruh elemen organisasinya untuk tetap tenang dan menjaga kekondusifan di wilayah Kabupaten Langkat."Serahkan sepenuhnya kepada petugas, kita jaga ketertiban dan kekondusifan di Langkat ini," kata pria berperawakan tinggi itu.[br]Terpisah, salah satu korban pertikaian, Nico Pebrinana saat dimintai keterangan mengatakan, sekitar 10 orang pria yang dipersenjatai parang panjang secara tiba-tiba menghampiri dan menyerang dirinya dan Hendra Ginting."Kami lagi duduk diwarung kopi 'opung'(panggilan akrab pemilik warung-red), kurang lebih ada 10 orang pria datang membawa parang secara babi buta menyerang," beber Nico.Sebelumnya, pada hari Selasa (16/5), tepatnya di Dusun 3 Suka Mulia, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, telah terjadi pertikaian yang ditenggarai rebutan lahan kerja antar dualisme organisasi serikat pekerja.Dalam insiden itu, Hendra Ginting (35) harus meregang nyawa akibat luka bacok dibagian wajah serta perut dan satu korban selamat Nico Pebrinana namun harus menahan sakit akibat luka di perut bagian kiri belakang. Kedua korban tergabung dalam kelompok FSPTI-KSPSI kubu dualisme.Saat ini, Polisi telah memeriksa 8 saksi dan berhasil mengamankan dua pelaku secara terpisah yakni Dendi Bintara alias Tarkul (34) dan satu orang lagi yang belum diinfokan identitasnya oleh petugas.
(dyk.p)