Matatelinga - Medan, Setelah sukses melangsungkan puncak Apresiasi Film Indonesia (AFI) digelar di Istana Maimun, Sabtu (13/9/2014), hHari ini dijadwalkan penganugrahan Piala Dewantara kepada para pemenang dalm 17 kategori penghargaan.Informasi dari panitia, dewan juri yang dipercaya dalam penganugerahan ini terdiri dari Totot Indrarto (pengamat film), Sheila Timothy (produser), Lasja Fauzia (Sutradara), Alex Komang (aktor/ketua badan perfilman indonesia), Hafiz Rancajale (penggiat komunikasi film), Kemala Atmojo (wartawan), AS Laksana (penulis, Hilmar Farid (akedemisi), dan Nirwan Dewanto (budayawan), telah memilih nominasi untuk 17 kategori tersebut.AFI diselenggarakan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI). Apresiasi yang diberikan berupa Piala Dewantara. Nama "Dewantar" diambil dari nama Ki Hadjar Dewantara atau Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Yang dikenal sebagai "Bapak Pendidikan Nasional".Ketua BPI Alex Komang Mengungkapakan, AFI melengkapi Festifal Film yang selama ini sudah ada baik di tingkat nasional maupun di daerah-daerah. BPI sebagai organisasi para insan pefilman nasional akan terus berupaya mendorong para prilaku industri perfilman untuk terus melahirkan karya kreatif dan mampu menghadirkan film-film yang unggul mencerminkan jatidiri bangsa Indonesia.Ketua Panitia AFI 2014, Robby Ertanto mengatakan , rangkain kegiatan AFI 2014 sudah dilakukan sejak diluncurkan 24 juli 2014 antara lain berupa sosialisasi, publikasi, workshop, dan edukasi perfilman di berbagai daerah. Puncak kegiatan AFI diselnggarakan di Istana Maimun Medan pada tanggal 12-13 september 2014, antara lain berupa kegiatan pameran dan wokrshop, Pawai, Artis, Red Carpet, dan Malam Penganugerahan AFI 2014.Berbeda dengan AFI sebelumnya, malam penganugerahan AFI 2014 mengusung tema "Film dan Musik". Dan pada puncak AFI 2014 nanti juga memberikan spresiasi dalam 17 kategori untuk memproleh Piala Dewantara, juga mempersembahkan "AFI 204 Tribute to Idris Sardi", seorang seniman, tokoh musik dan film. Karya-karya seni terbaiknya telah memberikan warna tersendiri dan melahirkan film-film terbaik.(di/bro)