Matatelinga - Medan, Ketua Kaukus Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Damai Yona Nainggolan berharap legislator perempuan baru yang akan dilantik Senin (15/9) ini bisa berjuang keras membantu kaum lemah. Memang kata dia, keberadaan perempuan di DPRD Medan masih minim, yaitu berkisar 30 persen. Tapi ia tetap meminta kaum hawa itu bisa menunjukkan kualitasnya sebagai wakil rakyat. "Ibu hamil hingga manula itu salah satu yang harus diperjuangkan," kata dia, Minggu (14/9/2014). Dengan kerja keras itu, maka menurut dia jumlah minim di parlemen akan hilang. Apalagi bila masing-masing legislator perempuan bisa menjadi pioner bagi kaum perempuan di Kota Medan dan bisa dijadikan tempat pengaduan bagi kaum perempuan yang merasa tertindas, maka akan semakin bermanfaat. Srijati Pohan, politisi perempuan dari Partai Demokrat berpesan legislatif perempuan lebih berani menyampaikan suaranya. Mereka harus bisa menepis tudingan keberadaan perempuan di parlemen hanya pelengkap jatah saja. "Harus berani bersuara. Bela semua kepentingan perempuan," tandasnya. Berikut nama lima anggota DPRD Medan perempuan priode 2014-2019. Dame Duma Hutagalung dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ratna Sitepu dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Modesta Marpaung dari Partai Golkar, Nurhamidah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta Ummi Kalsum dari Partai.(mt/bro)