MATATELINGA, Asahan : Wakil bupati Asahan Taufik ZA Siregar mengikuti kegiatan Forum Koordinasi Percepatan Stunting dan Rembuk Stunting Propinsi Sumatera Utara, yang digelar di hotel Santika Premiere Medan, Senin (29/05/2023) yang dibuka wakil Gubernur Sumatera Utara H. Musa Rajekshah.Wakil Bupati Asahan Taufik ZA Siregar dalam keterangan persnya mengatakan wakil bupati yang juga selaku Ketua TPPS Kabupaten Asahan ,tujuan dari dilaksanakannya pertemuan kegiatan yang digelar di kota Medan ini guna meningkatkan sinergitas dan kolaborasi para pemangku kepentingan di Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kota serta para mitra dalam Percepatan Penurunan Stunting di Sumatera Utara, dan Pemerintah maupun TPPS akan berusaha semaksimal mungkin untuk menurunkan stunting bersama dengan seluruh stakeholder yang ada.Didampingi itu Taufik ZA Siregar juga berharap agar seluruh stakeholder dapat saling bahu membahu dan berupaya terus untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Asahan sesuai dengan target yang telah ditentukan.Angka Stunting di Kabupaten Asahan pada tahun 2022 mengalami penurunan. Penurunan angka stunting ini berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, sementara pada tahun 2021 angka stunting di Kabupaten Asahan sebesar 18,9 % dan pada tahun 2022 menjadi 15,3 %, penurunan angka stunting ini merupakan hasil dari kerjasama semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat Kabupaten Asahan, ujarnya.Sementara percepatan penurunan angka Stunting di Propinsi Sumatera Utara menurut wakil Gubernur Sumatera Utara H. Musa Rajekshah dikatakan ditahun 2023 ini, diharapkan angka penurunan Stunting ini dapat mencapai 18 %, dan untuk mencapai target tersebut, diharapkan seluruh Ketua TPPS Kabupaten Kota se-Sumatera Utara dapat bekerjasama dengan stakeholder di wilayahnya masing-masing.Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Musa Rajekshah juga mengatakan, Pemerintah saat ini menjadikan penurunan stunting sebagai salah satu target utama, dan kepada TPPS Kabupaten Kota se-Sumatera Utara agar dapat melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakatnya mulai dari tingkat Kecamatan sampai Desa maupun Kelurahan, tentang bahaya stunting serta bagaimana cara pencegahannya, pungkasnya (dieks)