MATATELINGA, Medan : Dari seluruh jamaah calon Haji (Calhaj) pertama kali jamaah calon haji tahun 1444-H, wafat di Asrama Haji Embar Kasi Medan.
Calhaj. Yang bernama Habibah Binti Saleh umur (59) tahun beralamat dusun I Klambir V Hamparan Perak Deli Serdang.
Meninggal sebelum makan diruang kantin Bir Ali sekitar pukul 14.00 wib.
Menurut keterangan dr.Kesehatan Kloter 12 Habibah diduga serangan jantung.Sekarang petugas sedang menunggu keluarga menjeputnya dan sekarang berada di PoliklinikAsrama haji Medan.
Ketua kloter 12, H. Efendi Sahputra,S.Ag,M.Pdi, memaparkan berdasarkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelumnya, almarhumah tersebut dalam kondisi sehat. “Pemeriksaan semalam jamaah tersebut nampaknya biasa-biasa aja, cuma ketika makan tiba-tiba itu tadi mungkin ada serangan jantung tiba-tiba jatuh,” ungkap Ketua Kloter.
[br]
Selanjutnya, calon jamaah yang meninggal tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat dan masih menjadi tanggung jawab dari PPIH Embarkasi. “Ini sementara dibawa ke rumah sakit dan masih tanggung jawab PPIH embarkasi dan kalau sudah berangkat baru menjadi tanggung jawab kami”, lanjut H. Efendi Sahputra.
Terpisah, menurut tetangga sebenarnya almarhumah Habibah merupakan jamaah menggantikan ibundanya yang seharusnya berangkat haji namun gagal dikarenakan ibunda beliau meninggal sebelum berangkat haji pada tahun lalu.
Kakanwil Kemenagsu Sedih
Sementara itu, Kakanwil Kemzenag Sumut Ahmad Qosby Nasution menjelaskan, pemeriksaan kesehatan jamaah tersebut kemarin, sehat-sehat saja dan keadaaannya biasa-biasa saja, cuma ketika makan siang, tiba-tiba ibu itu telungkup di meja, lalu ketika diperiksa, Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun,” jelas Kakanwil.
Kakanwil mengatakan, segala urusan mengenai calhaj yang meninggal menjadi tanggungan PPIH dan malam ini langsung kita hantar ke rumah duka berikut bawaannya, termasuk living cost kita kembalikan semua. Dan, panitia, juga mengatakan bahwa calhaj tersebut akan dibadal hajikan di Tanah Suci,” kata Kakanwil yang terlihat menitikkan air mata sedih melihat jamaah yang terlihat begitu semangat, tetapi Allah terlebih dahulu menjemputnya keharibaannya.
Kakanwil juga menyarankan seluruh jamaah lainnya untuk tetap menjaga kesehatan, kalau kematian memang tidak bisa kita hindari, tetapi menjaga kesehatan adalah hal yang utama agar seluruh proses ibadah kita berlangsung dengan sempurna sesuai tuntunan dan syariahnya