Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Penertiban HGU 152 Sampali Berlanjut, 3 Rumah Dibongkar

Penertiban HGU 152 Sampali Berlanjut, 3 Rumah Dibongkar

- Rabu, 07 Juni 2023 16:19 WIB
Matatelinga.com
Alat berat beko merobohkan salah satu bangunan rumah warga yang telah diberi tali asih 
MATATELINGA, Deliserdang : Tim penertiban bangunan di atas lahan HGU PTPN2 Nomor 152 Sampali, kembali melanjutkan pembersihan dan penertiban bangunan yang masih tersisa di Jalan Kemuning Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang,Rabu (7/6/23).

Pembersihan areal dimulai dari pembongkaran rumah kontrakan milik Dino Haryadi, yang sebelumnya sudah menerima tali asih. Kemudian dilanjut dengan pembongkaran rumah yang ditempat Roscik dan Mariana Lubis.

Penertiban sempat diwarnai aksi penolakan keluarga pemilik rumah dan sebagian dari warga pesantren Tahfiz Darul Ibtihaj. Namun tim tetap melanjutkan pembongkaran hingga ke rumah milik Mariana Lubis.Dalam keterangannya, Penasehat Hukum PT NDP (anak perusahaan PTPN2) Sastra sangat menyesalkan adanya aksi penolakan terhadap kegiatan penertiban lahan HGU ini. Sebab hal tersebut merupakan tindak lanjut dari pembersihan dan penertiban yang sudah dilakukan pada Rabu pekan lalu.

[br]

Semua proses sudah dilakukan termasuk menyiapkan tali asih dan tempat tinggal pengganti selama setahun bagi penghuni rumah yang ditertibkan.

"Namun tawaran tersebut tetap tidak digubris. Mereka bertahan dengan nilai ganti rugi yang angkanya tidak mungkin bisa kita penuhi," jelas Sastra.

Padahal, sambung Sastra, jelas-jelas mereka menguasai lahan HGU PTPN 2 meski berdalih punya sertifikat Camat Percut Sei Tuan. "Karenanya penertiban tetap dilaksanakan," tambah Sastra.

Sastra tidak menampik adanya opsi lain yang disiapkan PTPN 2 secara khusus untuk pondok pesantren Tahfiz yang masih belum ikut dibongkar.

Opsi itu akan dimusyawarahkan antara pengurus pondok Tahfiz dengan PTPN 2.

"Nanti akan kita bicarakan lebih detail sehingga bisa menjadi win-win solusi bagi kedua belah pihak," ujar Sastra.

Menjelang tengah hari, tinggal dua unit rumah lagi yang belum dibongkar. Keduanya milik Yudha Wastu Pramuka dan rumah Bambang Iswono.

Hingga saat ini dari 201 bangunan yang ada di atas lahan seluas 35 hektar yang menjadi bagian dari areal HGU Nomor 152 Kebun Sampali, sudah 198 bangunan yang ditertibkan dan dibongkar setelah pemiliknya menerima tali asih, kecuali delapan rumah keluarga pensiunan di Jalan Kesuma.

Mereka menyadari lahan yang dikuasai selama ini adalah HGU PTPN 2.

"Karena itu kami kembali menghimbau agar tokoh-tokoh warga, para pendidik yang sangat terdidik bisa memahami realitas yang ada dan tidak mengedepankan egoisme tanpa dasar. Sehingga terus saja bertahan dan mewariskan kesalahan-kesalahan yang ada kepada generasi berikutnya," tambah Sastra. (Fadhil)

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sumut Naik Kelas,Umur Harapan Hidup Meningkat dan Angka Kematian Ibu Turun Signifikan

Berita Sumut

Rumah Kosong Pinggir Sungai Jadi Lokasi Transaksi Sabu, Polisi Menyamar dan Ringkus Pengedar

Berita Sumut

Workshop Sablon Kaos, Azhar MR KAOS Bongkar Cara Bangun Bisnis Modal Kecil Untung Besar

Berita Sumut

Markas Scammer Digerebek di Tanjungbalai, 16 Tersangka

Berita Sumut

Tim Peserta Mulai Berdatangan, Gubernur Bobby Nasution Sukses Bawa Sumut Jadi Tuan Rumah AFF U-19

Berita Sumut

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan bagi Masyarakat