MATATELINGA, Belawan: Perwakilan Warga Belawan Bahari, Kampung kurnia, kecewa Kepada Pihak PT Pertamina dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan usai dilakukan Mediasi di Polres Pelabuhan Belawan terkait kasus pencurian bahan Bakar Minyak (BBM) lewat jalur pipa milik PT Pertamina yang meresahkan warga."Gimana kami tak resah bang, gara gara pipa tu bocor, sampai emak emak pun di kampung kami ni tak berani masak karena takut tersambar api. Terancam nyawa kami bang !! ujar Ali Amron Siregar kepada awak media. Jumat (16/6/2023)." Kami sangat berterima kasih kepada pak Kapolres Pelabuhan Belawan yang diwakilkan oleh Kasat Intel Polres Pelabuhan Belawan karna sudah menjembatani permasalahan ini. Namun sangat di sayangkan yang hadir dalam undangan mediasi bukan orang kantornya PT Pertamina yang datang, tapi diwakilkan oleh kordinator lapangan saja yang hadir, begitu juga dengan tim lingkungan hidup sama sekali tak hadir dalam undangan tersebut ". kecewa kami bang. ' lanjutnya.
BACA JUGA:Oiamang, Kaki Warga Labuhan Jadi Sasaran Busur Panah ResidivisMenurut perwakilan PT Pertamina yang hadir dalam mediasi, mereka menyampaikan telah menjalankan tugas sesuai intruksi pimpinan yakni melaksanakan patroli rutin di area jalur pipa BBM. Bahkan mereka juga telah menangkap pelaku pencurian Bahan Bakar Minyak tersebut sebanyak 20 orang.Adapun prihal terkait poin poin yang disampaikan warga dalam mediasi seperti apa langkah PT Pertamina agar supaya tidak ada lagi pencurian BBM di sepanjang jalur pipa Pertamina yang berada di pemukiman warga.Warga juga berharap, tangkap pelaku dan penadah BBM , agar supaya ada efek jera bagi para penadah.