MATATELINGA, Kualuhhilir: Menyusul wafatnya almarhum Hasan Basri, salah seorang jemaah calon haji asal Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, di Makkah Al Mukaramah, Sabtu (17/6/2023) sekira pukul 11.00 waktu Arab Saudi, puluhan umat Islam Desa Teluk Pie, Kecamatan Kualuhhilir, melaksanakan shalat ghaib."Shalat ghaib tersebut, dilaksanakan Minggu (18/6/2023) malam, sebelum dimulainya pembacaan suratul ikhlash", ucap salah seorang cucu almarhum, Desi Mayasari, yang mengabarkan kepada matatelinga.com, Senin (19/6/2023) sekira pukul 22.18 WIB.Desi menyebutkan, Shalat ghaib itu, dilaksanakan di rumah duka, di rumah almarhum Hasan Basri, di Desa Teluk Pie. Shalat ghaib ini, langsung diimami putra tertua almarhum, Ahmad Nasrun.
BACA JUGA:Polres Sergai Bedah Rumah Milik Ibu Bunga Uli br.Sibua Warga Desa Si Jonam PerbaunganDisebutkannya, usai pelaksanaan shalat ghaib, langsung melaksanakan pembacaan suratul ikhlas. Sedangkan untuk penyampaian tausyiah, biasanya dilakukan pada malam ketiga.Desi menambahkan, wafatnya almarhum Hasan Basri yang juga mertua dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Arifin SE tersebut, membawa duka yang mendalam bagi seluruh keluarga dan masyarakat Teluk Pie.Katanya, almarhum wafat dalam usia 88 tahun, meninggalkan 13 orang anak, puluhan cucu dan beberapa orang cici.Kata Desi, almarhum diperkirakan mendaftar sebagai calon jemaah haji, sudah lebih dari lima tahun.Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Labuhanbatu Utara, Drs Sugeng mengabarkan, satu orang calon jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang 22 Kuala Namu - KNO, Medan asal kabupatenbini, atasnama Hasan Basri, Wafat di Tanah Suci Makkah Al Mukarramah. Dan dimakamkan di pekuburab maqla. Almarhum Hasan Basri, juga akrab disapa dengan panggilan Wak Acang. (yasmir)