MATATELINGA, Siantar :Tokoh masyarakat Sumatera Utara (Sumut), Dr. Parlindungan Purba hadiri acara Jambore Inklusi Sekolah Minggu GKPS 2023 yang berlangsung dari 27 sampai 29 Juni 2023 di Balai Bolon GKPS Siantar dan diikuti sekitar 650 orang dari 10 distrik dan 38 resort GKPS..
Jambore Inklusi Sekolah Minggu GKPS dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen), GKPS Pdt Dr Paul Ulrich Munthe, yang didampingi para praeses, Pdt Reni Damanik, Pdt Naek, Bupati Simalungun yang diwakili Kadisdiknas Sudiahman Saragih, mewakili Wali Kota Siantar Happy Oikumenis, dan tokoh masyarakat Parlindungan Purba serta undangan lainnya. Dan, tema yang diusung kegiatan ini adalah Terang Injil Mempersatukan Kita dalam Tuhan.
Pada kesempatan itu, Parlindungan Purba yang juga Ketua DPP Korps Senior Himapsi dalam sambutannya mengatakan, bahwa anak-anak sekolah minggu memiliki posisi strategis dalam keluarga dan masyarakat. Dalam usianya yang masih muda, hendaknya anak-anak ini selalu bersyukur kepada Tuhan, hormat kepada orang tua dan guru.
Parlindungan Purba juga mengucapkan selamat atas pengabdian dari para guru sekolah minggu selama ini. Guru sekolah minggu tak kenal lelah untuk membentuk karakter dan iman anak-anak sekolah minggu agar lebih mengenal dan mendekatkan dii kepada Tuhan.
"Kepada para guru sekolah minggu, terima kasih atas pengabdiannya. Para guru ini selalu bersemangat dan tidak kenal lelah dalam mendidik anak-anak sekolah minggu. Tetap semangat dan Tuhan akan membalas semua kebaikan bapak dan ibu guru-guru sekolah minggu," katanya.
Parlindungan Purba mengakui sangat berbahagia bisa bersama-sama anak-anak sekolah minggu dan guru-guru sekolah minggu. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua dan panitia Jubelium GKPS Darma Purba, anak-anak difabel dan undangan lainnya.
"Sekola minggu menjadi tempat yang sangat tepat bagi anak-anak dalam mengajari mereka berdoa, sopan santun, hormat pada orang tua dan sesama. Selain pembelajaran di rumah dan sekolah, belajar di sekolah minggu juga menjadi dasar yang sangat penting dalam membangun rasa percaya diri, integritas dan rasa saing menghargai antar sesama umat manusia.