MATATELINGA, Sibolga : Masalah pukat Trawl kembali mencuat di Kota Sibolga. Nelayan tradisional mengeluhkan, kapal trawl merajalela di perairan.Hal itu diketahui, saat kunjungan Syarfi Hutauruk, mantan Wali Kota Sibolga era 2010-2015 dan 2016-2021, ke kelompok nelayan jaring salam Kota Sibolga.Nelayan mengeluh, kapal trawl bebas beroperasi di perairan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), jadi zona tangkap nelayan tradisional Sibolga.
Baca Juga:Rocky Gerung Akan Berdialog dengan Relawan Anies SumutRusaknya lingkungan laut Tapteng akibat aktivitas kapal trawl, telah menimbulkan kerugian bagi nelayan, yakni menurunnya hasil tangkap ikan."Mereka (nelayan tradisional) mengeluh sulit menangkap ikan akibat kapal trawl merajalela. Sering terlihat beroperasi di perairan pulau Mursala," beber Syarfi saat di kawasan tangkahan perikanan, Jalan KH Ahmad Dahlan Sibolga, Selasa (27/06/2023) kemarin."Selain menyalahi zona tangkap, kapal pukat trawl juga merusak rumpon milik nelayan tradisional asal Sibolga dan daerah tetangga Tapteng," lanjutnya.Syarfi meminta aparat penegak hukum bidang perikanan, segera menyikapi masalah yang dialami oleh para nelayan tradisional di Sibolga.[br]"Ini, menyangkut hajat hidup nelayan kita di Sibolga dan Tapteng. Bagi pengusaha, agar kedepankan nurani, bukan sekedar mikir untung di atas penderitaan orang lain," pinta Syarfi.Karenanya, politisi senior partai Golkar ini menyalurkan rumpon ikan kepada nelayan tradisional di Sibolga, setidaknya menjawab keluhan, terkait penangkapan ikan ilegal (destrucktive fishing).Sementara itu, ketua Forum Komunikasi Nelayan Jaring Salam Sibolga, Karni Tanjung mengapresiasi kepedulian Syarfi Hutauruk, yang memberikan bantuan."Saya, mewakili nelayan jaring salam di Sibolga mengucapkan terimakasih atas kepedulian pak Syarfi yang memberikan rumpon, untuk mempermudah tangkap ikan," ucapnya. (Muafdan)