Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pernyataan Dua Novelis Wanita Berkaitan GLS, Mendapat Respon Positif Dari Pegiat Literasi Labuhanbatu

Pernyataan Dua Novelis Wanita Berkaitan GLS, Mendapat Respon Positif Dari Pegiat Literasi Labuhanbatu

Yasmir - Kamis, 06 Juli 2023 19:23 WIB
matatelinga
Dua pegiat literasi Labuhanbatu, Muhammad Zein Nasution (atas), dan bawah Tatang Hidayat Pohan.
MATATELINGA, Rantauprapat : Pegiat literasi Labuhanbatu, merespon positif pernyataan dua penulis novel (novelis) wanita, berkaitan dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN), yang saat ini menjadi salah satu program unggulanKementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset, dan Teknolog.

Seperti diberitakan dimedia ini sebelumnya, dua novelis wanita asal Labuhanbatu,Sri Wahyuni Nababan dan Anin (Naznen), menyampaikan pandangannya dalam "bincang-bincang sore", di salah satu warung kopi depan Pasar Gelugur Rantauprapat, Rabu (5/7/2023), berkaitan dengan GLS.

Dalam pandangannya kedua novelis wanita ini menyampaikan, kemampuan menulis seorang guru di sekolah (satuan pendidikan), sangat berpengaruh terhadap gairah siswa dalam berliterasi.

BACA JUGA:Jaksa Kejati Sumut dan Kejari Langkkat Tahap II Berkas Perkara TPPO Mantan Bupati Langkat

Menanggapi pandangan dua novelis wanita tersebut, dua pegiat literasi asal daerah ini, Muhammad Zein Nasution dan Tatang Hidayat Pohan, memberikan respon positifnya.

Muhammad Zein Nasution, yang juga seorang pendidik ini menyampaikan kepadamatatelinga.com, Kamis (6/7/2023) siang. Dia menyebutkan,sejauh pengamatan saya pada awal mula GLS ini diterapkan di satuan-satuan pendidikan di Labuhanbatu, mendapat respon dengan penuh semangat dan menggebu-gebu.

[br]

Namun katanya, seiring perjalanan waktu pasca pandemi covid - 19, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) berada dalam posisi stagnan di Labuhanbatu.

Disebutkannya, berbagai faktor menjadi penyebabnya. Salah satu diantaranya, penguasaan literasi tenaga pendidik yang termasuk mencakup unsur kemampuan menulis didalamnya masih rendah.

"Rendahnya kemampuan menulis ini juga disebabkan, rendahnya kuantitas akses perpustakaan, yang di sisi lain menampilkan rendahnya minat baca buku kita", ucap Muhammad Zen.

Menurut Zen, yang juga aktif didunia menulis, GLS dapat diterapkan, apabila adanya komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, dengam berbagai stockeholder dunia pendidikan. Tentang bagaimana memajukan dunia pendidikan Labuhanbatu, melalui Literasi.

"Menulis adalah menuangkan imajinasi pikiran. Pengaruh rendahnya minat baca atau literasi yang terjadi di Indonesia ini, juga disebabkan oleh beberapa faktor", tambahnya.

Diantaranya, pertama belum ada kebiasaan membaca sejak dini. Kedua, fasilitas pendidikan yang masih minim. Dan yang terakhir karena masih kurangnya produksi buku, khususnya di Kabupaten Labuhanbatu. Sehingga para tenaga pendidik yang berbakat dalam menulis buku, tidak memiliki wadah penyalurannya.

[br]

Tanggapan yang sama datang dari aktivis literasi lainnya, Tatang Hidayat Pohan. Menurut Tatang, Labuhanbatu sebagai Kabupaten literasi, telah dicanangkan Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap.

"Keseriusan Pangonal sebagai bupati terhadap pencanangan Labuhanbatu sebagai Kabupaten Literasi, dia pun menugaskan Dewan Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, melakukan studi banding ke Surabaya, Jawa Timur, sebagai kota terbaik dalam penerapan literasi di Indonesia", ujar Tatang.

Atas kunjungan ke Surabaya itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, menyampaikan rekomendasi kepada bupati Pangonal kala itu. Diantara rekomendasi itu, mengusulkan kepada bupati dan DPRD, untuk membuat regulasi berkaitan dengan perpustakaan dan literasi. Baik itu berbentuk Peraturan bupati maupun setingkat Peraturan Daerah.

Selain itu, menurut Tatang, dari kunjungan itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, membentuk Forum Masyarakat Literasi (FML). Dengan harapan, melalui FML, Dewan Pendidikan ingin melibatkan masyarakat dalam Gerakan Literasi. "FML Labuhanbatu, merupakan cikal bakal terbentuknya FML diberbagai daerah. (yasmir)

Editor
:

Berita Terkait

Berita Sumut

Digebuki Warga, Polsek Medan Area Amankan 2 Maling Perlengkapan Rumah Tangga dan Motor

Berita Sumut

Kadis PKP Sebut Anggaran Huntap untuk Kepala Keluarga di Batunagodang Belum Ada

Berita Sumut

Momentum Hari Buruh, Ketua Komisi II DPRD Medan Dorong Perusahaan Perhatikan Hak-hak Pekerja dan Ciptakan Hubungan Industrial Adil Serta Harmonis

Berita Sumut

Dirut PT Toba Surimi Diperiksa, JPU Bakal Panggil Bank Mandiri dalam Kasus Pemalsuan Cek Rp123,2 Miliar

Berita Sumut

Geger! Proyek Biara FSE Medan Diseret ke Meja Hijau, Kerugian Rp17,9 M

Berita Sumut

Rugikan Korban Rp12 miliar, Dua Terdakwa Kasus Investasi Fiktif Wood Pellet Dijerat Pasal Berlapis