MATATELINGA, Sei Berombang : Fitriani. Begitulah nama lengkap ibu rumah tangga beranak empat, pemberian dari ayah dan ibunya. Ia dilahirkan di Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupsten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada tanggal 04 Mei 1984.Isteri dari Agus Saputra ini, dikenal dikalangan sesama teman media sosialnya, dengan sapaan akrab Aninfauziah atau Nazneen. Nazneen, merupakan salah satu sosok, dari "segelintir wanita", yang aktif menggeluti dunia menulis novel (novelis), bergenre "horor",Naznen, si novelis horor, alumnus SMA Swasta Ki Hajar Dewantara Sei Berombang, tahun pelajaran 1999 - 2002 ini, mengaku selama 5 tahun terakhir, telah menghasilkan sebanyak 14 judul novel. "Hampir seluruhnya bergenre horor", ucap Nanen dalam sebuah perbincangannya dengan
matatelinga.combelum lama ini.Dijelaskannya, selama dirinya menjadi seorang novelis "horor", sedikitnya dia sudah menorehkan sejumlah penghargaan dari berbagai pihak.Menurut dia, diantara penghargaan yang pernah didapatkannya, yaitu : peserta "Lomba Karya Cerita Anak", diselenggarakan Bidang Pemberdayaan Perempuan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, 2020. Penghargaan atas menyelenggarakan tantangan "30 Hari Menulis Tanpa Berhenti", diselenggarakan komunitas "Nulis Aja Dulu", Juni 2020. Penulis naskah terbaik "Sayembara Cerita Anak Dwibahasa", diselenggarakan Balai Bahasa Medan, Sumatera Utara, 2023.[br]"Masih ada sejumlah penghargaan lainnya, yang saya koleksi", ucap Fitriani, yang mengaku sebagai novelis bergenre horor menggunakan bahasa Indonesia dan memperkenalkan bahasa ibu dari Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu, yang sehari-harinya menggunakan bahasa melalui pesisir.Dalam bincang-bincang seputar literasi, Fitriani alias Nanen menyampaikan, dirinya aktif menulis sejak tahun 2018. "Saya berkeinginan menjejak aksara, demi menyalurkan hobi menulis dan membaca yang ia tekuni", ucapnya.Selain itu katanya, ia juga berkeinginan menorehkan karya untuk berbagi cerita lewat tulisan. Aktifitas lain menurut Nanen, dirinya juga selalu mengikuti berbagai seminar kepanasan dan kelas-kelas menulis online.Dia juga ikut serta bergerak sebagai mentoring disalahsatu komunitas menulis didaerahnya. "Kedepan, saya ingin memajukan anak daerah, dengan mengajak para remaja aktif mencintaiiterasi, demi membuka jendela dunia serta mengabadikan nama setelah tiada", pungkasnya.Berikut, beberapa judul novel dan antologi yang pernah ditulis Fitriani alias Nanen, yaitu :• Antalogi Rahasia Semesta (2021).• Antalogi The Miracle (2022).• Novel colab, Tulah (2022).• Novelet Sumpah Puaka (2022).• Novel solo, Madah di Balik Tabir (2022).° Kumcer solo, Hati dan Kisahnya (2022).• Novel solo, Lesmah (2023).• Novel solo, Bebal (2023).• Antologi, Bumi Panai (2023). (yasmir)