MATATELINGA, Madina : Pengerjaan jalan raya lintas sumatra medan padang kabupaten Mandailing Natal sumatera utara yang telah berjalan cukup lama mulai dari bulan Awal bulan Ramadhan kemarin hingga saat ini senin 10/07 telah banyak menua kontroversi mulai dari Tambal sulam yang tidak merata sampai kepada lobang lobang pengerukan yang sangat dalam sehingga dikhawatirkam menimbulkan kecelekaan .
Peningkatan Aspal yang telah dilakukan mulai dari Desa Kampung baru sampai kepada desa jambur padang matinggi atau siramram kecamatan panyabungan utara sudah terlihat bagus dan mulus ,
Akan tetapi jalan yang sudah di aspal justru malah di rusak kembali dengan alat berat demi memperbaiki gorong gorong saluran air di bahu jalan desa kampung baru kec Panyabungan utara .
Pengerjaaan jalan raya diduga asal - asalan dan tidak efisien karena dari pantauan media Matatelinga Proyek pengerjaan jalan ini tidak menggunakan plank merek , 1 Pengatur lalu lintas kendaraan ( Trafick Line) dan juga Alat berat yang kurang efektif .
Ahmad Raol Lubis Selaku Supir angkot menyayangkan pihak kontraktor karena hanya memakai 1 Pengatur lalu lintas (Trafick Line ) yang mengakibatkan kemacetan panjang dan juga membuat lambat arua lalu lintas mobil . Pada hari biasa kami bisa bekerja optimal dan banyak rezky dari menarik angkot untuk anak sekolah , tapi sekarang dengan adanya pengerjaan jalan ini kami sedikit lambat proses pengangkutan anak sekolah yang otomatis rezky yang kami dapat pun sedikit berkutang pungkas ahmad raol lubis supir angkot .
Kami berharap semoga pengerjaan jalan ini cepar selesai supaya arus lalu lintas kembali normal seperti biasa tutup ahmad raol lubis .