MATATELINGA, Medan : Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan Amrizal, SH,MH menyampaikan keprihatinannya terkait makin maraknya aksi begal yang tidak segan-segan mencederai, melukai bahkan menghilangkan nyawa korbannya demi untuk merampas harta benda milik korbannya.Hal itu disampaikan Amrizal saat wawancara dengan wartawan, Kamis (13/7/2023) bahwa aksi begal dari yang diduga kumpulan geng motor sangat erat kaitannya dengan narkotika yang sudah beredar hingga ke pelosok desa.
"Dikhawatirkan ke depan, makin maraknya peredaran narkoba ini akan memberi dampak negatif bagi masa depan generasi muda. Kemudian, akibat banyaknya aksi begal yang terjadi belakangan ini, tidak memandang waktu. Pagi, siang, sore dan malam mereka beraksi dengan sangat brutal, hal seperti ini membuat warga kota Medan jadi ketakutan keluar rumah," paparnya.Apabila hal seperti ini dibiarkan berlarut-larut, lanjutnya maka akan muncul aksi-aksi kejahatan baru karena desakan kebutuhan untuk membeli narkoba.Mengutip ungkapan Walikota Medan terkait tembak mati aksi begal dan kejahatan jalanan ini mendapat reaksi dari berbagai pihak. Menyikapi ungkapan walikota tersebut, Amrizal menyampaikan bahwa tembak mati bukan solusi. "Persoalan kriminal yang membuat warga kota Medan tidak nyaman adalah tanggungjawab kita bersama. Aparat penegak hukum harus lebih mengedepankan upaya pencegahan disertai penindakan. Upaya pencegahan harus dilakukan ke sekolah-sekolah untuk meredam aksi kejahatan dan geng motor yang diduga anggotanya kebanyakan anak-anak dibawah umur," paparnya.
Upaya pencegahan juga bisa dilakukan lewat keluarga, tandasnya. Dikhawatirkan, karena kesibukan orang tua di luar rumah, perhatian dan komunikasi dengan anak sering terabaikan. Akhirnya, anak mencari teman yang bisa mendengar keluhannya. Karena menganggap cocok dengan teman yang sesungguhnya salah, anak tersebut jadi terperangkap dalam lingkaran pertemanan yang salah."Orang tua perlu mewaspadai dan merangkul anak-anaknya bergul dengan siapa dan berteman dengan siapa. Bukan membatasi, akan tetapi mengawasi anak agar tidak salah bergaul dengan orang yang salah," tandasnya.