Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Eko Pranata, Dari Penarik Beca Menjadi Pendiri dan Pemilik Media Online Mainstream

Eko Pranata, Dari Penarik Beca Menjadi Pendiri dan Pemilik Media Online Mainstream

Yasmir - Senin, 17 Juli 2023 11:30 WIB
Matatelinga.com
Eko Pranata, si penarik beca yang kini menjadi pemilik salah satu media online di Labuhanbatu.
MATATELINGA, Aeknabara :Kerja keras dan pantang menyerah, begitulah prinsip hidup yang diterapkan Eko Pranata, dalam meniti kehidupan dan kariernya yang kini diembannya sebagai seorang notaris, disebuah kota kecil bernama Aeknabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.Selain itu, Pak Eko, biasa beliau akrab disapa rekan dan koleganya, termasuk sosok yang sangat peduli dengan oranf-orang yang membutuhkan bantuan uluran tangannya.

Atas dasar itulah, Eko Pranoto pria kelahiran 29 Desember (tanpa menyebutkan tahun di akun media sosialnya), bersama tiga rekannya, pada tahun 2016 keempatnya memiliki niat kuat bersama, untuk menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang banyak.

BACAJUGA:

https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/doorrrr------pelaku-begal-terkapar-diujung-pistol-polisi

Keempat sosok itu, yakniEko Pranata, Monang Rambe, Aan Syaputra dan Sidik Aswandinoto yang disingkat menjadi EMAS.Keempat sosok ini punya tekat, setiap hari tanpa waktu selalu bersama, hingga tercetus ingin menjadi orang besar, di Labuhanbatu dan orang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

[br]Dari Keempat sosok ini,tercetus keinginan, gagasan dan mimpi besar. Sidik Aswandinoto, ingin memiliki pondok Pesantren, mendekatkan diri pada Allah serta mencerdaskan anak bangsa.Aan Syaputra, ingin membesarkan organisasi yang digelutinnya. Hingga kini melalui wadah itu, melakukan gerakan himpunan dana sepuluh ribuh perbulan perkenalan keluarga.

Sedangkan Monang Rambe, selalu ada ketika dibutuhkan bantuan. Selagi diberi umur panjang, walaupun sakit, hujan badai, ketika dibutuhkan dia selalu siap. Berniat kuat, suatu hari nanti akan duduk bersama, membuktikn kesuksesan yang diimpikan.Sedangkan Eko Pranata, awal mulanya mendirikan Komunitas Sep Becak. Eko teringat, ketika dirinya pada masa kuliah. Mencari sesuap nasi dan biaya buku kuliah melalui becak. Melalui komunitas becanya itu, Eko ingin memahami keluh kesah abang becak dilapangan.Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, seiring perkembangan zaman. Teknologi kian canggih. Eko Pranata memiliki ide, "Berbuat tidak harus menjabat. Sudah menjabat harus banyak berbuat".Di tahun 2018, Eko Pranata melihat, kondisi masyarakat sangat memperitinkan. Butuh uluran tangan dari masyarakat, dengan cara mengumpulkan masyarakat. Tetapi hasilnya "nol besar". "Hingga akhirnya, ada seorang pedagang sionay, Mas Siswanto. Beliau selalu memotivas dan memberikan semangat yang kuat, dengan cara lakukan dahulu dan Allah akan memberi petunjuk", tutur Eko kepadamatatelinga.com.Menurut Eko, yang kini berprofesi sebagai notaris itu, hingga akhirnya alhamdulilah sedikit demi sedikit para donatur, baik itu pedagang kaki lima, abang becak, pejabat saling membantu dengan cara sedekah gotong royong, dalam bentuk materi serta tenaga.Disebutkannya, untuk melihat dan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam, kita tidak hanya melihat keatas saja. Melainkan juga kebawa. Karena, masih banyak kaum dhuafa, anak yatim piatu, serta orang tidak mampu, sakit.

[

[br]

Eko pun ingin, menjadikan Komunitas beca SEP, harus ikut andil. Dengan dorongan yang masyarakat berikan, berinisiatip membuat Yayasan Daarul Sep Indonesia. Yayasan ini, diketuai lSetu Sandimin. "Alhamdulilah hingga saat ini, donaturnya berkembang sangat luar biasa", tambahnya.Selain mendirikan Yayasan untuk kemanusiaan, Eko pun ingin turut serta mencerdaskan anak bangsa.Pada tahun 2019 Eko Pranata mendirikan sebuah media arus utama (mainstream media, MSM) adalah sebuah istilah dan singkatan yang dipakai untuk secara kolektif merujuk kepada sejumlah besar media berita massa yang mempengaruhi sejumlah besar orang, dan merefleksikan serta membentuk keadaan pemikiran yang ada.

Media yang didirikan Eko itu bernama Sep Indonesia, salah satu media nasional yang berasal dari Kabupaten Labuhanbatu.Media Sep Indonesia ini, kini menjadi salah satu media online yang sudah memiliki kantor biro redaksi disekolah Kabupaten/;Kota dan Provinsi.Untuk mengelola media online Sep Indonesia ini, Eko Pranata, menggandeng sejumlah jurnalis senior di Kabupaten Labuhanbatu, seperti Aturen Tarigan, Bernahad Munthe, Syafsruddin AS."Alhamdulilah saya dipertemukan dengan orang yang memiliki visi dan misi sama dengan saya. BEKBBekerja Ikhlas dan Tuhan akan memberikan rezeki", ucapnya.Salah satunya, Aturen Tarigan, gigih dan sungguh luar biasa. Memiliki mimpi yang besar. Membangun dari Desa ke kota. Hingga saat ini media online Sep Indonesia, bukan hanya berada di Labuhanbatu. Melainkan ada dimana mana, seperti Jakarta, Medan, Batam, Sulawasi, Jawa Barat dan lain lain.Diakhiri perbincangannya mantan penarik beca yang kini pemilik media online ini berucap, saya tidak ada apa-apanya, tanpa orang-orang hebat yang mendampingi saya. (yasmir)

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Diperbincangkan Di Jagat Maya, Ini Sosok "Siti Mawarni" Kata Pencipta Lagu Berthema Kritik Sosial

Berita Sumut

Warga Temukan Mayat di Sungai Ileng

Berita Sumut

Transformasi Smart City, Rico Waas Bawa Medan Raih Penghargaan Nasional*

Berita Sumut

Bisnis Haram Keluarga Ko Erwin Digulung

Berita Sumut

Buronan Curanmor 2025 Ditembak Usai Isi BBM

Berita Sumut

Berlangsung Meriah, Wabup Dorong Pemuda Lestarikan Gendang Guro-Guro Aron