MATATELINGA, Toba : Persoalan tak kunjung usai di SD Swasta Lavania School Tobasa yang berada di Kecamatan Silaen kabupaten Toba.Persoalan dimulai dari jumlah siswa yang melebihi aturan dan satu ruangan kelas, terlebih dengan gedung sekolah berlantai dua yang masih diragukan kualitasnya. Karena banyaknya masalah tersebut, banyak orang tua memindahkan anaknya ke sekolah lain.Sekolah ini memiliki 400 orang siswa dan menerima dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Namun, orang tua siswa masih membeli buku mata pelajaran, membayar uang sekolah dan uang les extrakurikuler.
Baca Juga:DPRD Medan Segera Bentuk Pansus Lampu PocongSejumlah wartawan menemui Kepala Sekolah, Notas PR Manurung Spd, Senin (17/07/2023) klarifikasi tentang kebenaran informasi tersebut, termasuk mempertanyakan penggunaan dana BOS tahun ajaran 2022-2023.Notas mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui penggunaan dana BOS tersebut, sembari menghubungi seseorang melalui telepon selulernya.Tidak lama berselang, seseorang bermarga Sibarani mengaku sebagai Humas yayasan Lavania School Tobasa datang menemui awak media dan berbincang seputar sekolah.[br]Sejak kedatangannya, Kepala sekolah Notas PR Manurung bungkam dan tak bicara. Humas Sibarani mengambil alih semua pertanyaan awak media.Ternyata atas informasi yang didapat dari warga, laki-laki bermarga Sibarani tersebut merupakan anak dari pemilik sekolah SD Lavania School Tobasa, Jou Tiurlan Simanjuntak yang merupakan mantan UPTD SD Kecamatan Silaen.Hingga berita ini dikirimkan, Kepala sekolah tidak berani menjawab klarifikasi wartawan. (Mtc/Yin)