MATATELINGA, Tebingtinggi: Wendi Fransen Silitonga (31), warga Jalan Syech Beringin Lingkungan VI Kelurahan Tebingtinggu, Kecamatan Padang Hilir, kota Tebingtinggi, Senin siang (14/08/2023) sekira pukul 13.30 di temukan meninggal dunia dengan cara gantung diri dengan seutas tali nilon yang di ikatkan pada sebuah handle pintu besi yang ada di dalam rumahnya.Orang yang pertama kali mengetahui korban meninggal dunia dalam kondisi tergantung dengan seutas tali nilon tersebut adalah Lestina Desi Purba (34) yang tak lain adalah istri korban dan saksi Hotman Manalu (53), warga Jalan Baja Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi.Karena sebelum korban di ketahui meninggal dunia dengan cara bunuh diri, sekira pukul 11.50 Wib, di saat istrinya sedang bekerja sebagai seorang guru, tiba-tiba korban menelponenya melalui aplikasi video call.
BACA JUGA: Kukuhkan 42 Anggota Paskibraka, Bobby Nasution: Jadikan Diri, Keluarga & Sekolah BanggaDi mana dalam pembicaraannya dengan istrinya korban mengatakan kalau dirinya mau bunuh diri, di duga karena korban merasa tidaktahan lagi dengan sakit kepala yang dialaminya.Dengan bahasa yang sangat singkat itu kepada istrinya, korban langsung mematikan sambungan telpone celulernya.Saksi Lestina Desi Purba yang merasa panik akan ucapan sang suami yang mengabari kalau mau bunuh diri, setelah telpone di tutup saksi saat itu langsung pulang kerumahnya.Setibanya di ruamhnya, ternyata pintu menuju ruang tempat dimana korban bunuh dirinya ternyata sudah terkunci dari dalam, sehingga saksi tidak bisa masuk, meski dirinya berulang kali memanggil - manggil nama korban namun ridak ada sahutan dari dalam rumah.[br]Saksi Lestina Desi Purbapun saat itu langsung meminta tolong kepada meminta bantuan kepada saksi Hotman Manalu dan keluarganya untuk membukakan pintu tersebut.Dan setelah di dibuka, istri korban langsung menjerit karena mwlihat suaminya ternyata benar-benar gantung diri hingga meninggal dunia.Dan di akui istri korban juga kalau sebelum saksi pergi kerja pada Senin pagi, bahwa korban yang tak lain suaminya berniat mau membelu obat Cina yang bernama Angkong untuk menyembuhkan sakit kepalanya tersebut, namun obat tersebut tidak jadi di beli korban, dan justru sebelum meninggal, korban malah mengabari dirinya kalau dia mau bunuh diri."Memang selama ini korban selalu mengeluh soal sakit kepala, dan bahkan tado pagi sempat bilang mau beli obat cina, rupanya tak jadi," jelas istri korban.Kapolsek Padang Hilir, AKP. Sulem Sigalingging melalui Kasi Humas Mapolres Tebingtinggi, AKP.Agus Arianto dalam siaran persnya membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki yang meninggal dunia di sebabkan bunuh diri dengan cara gantung diri dengan menggunakan seutas tali nilon, dan kini kasus tersebutpun telah di tangani oleh pihak Polsek Padang Hilir.Dan pihak keluarga korbanpun dalam kejadian tetsebut telah membuat siray permohonan agar mayat korban tidak di lakukan otopsi.(bas)