MATATELINGA, Toba: Justina Panjaitan akhirnya melaporkan RS (15) ke Polres Toba pada Selasa, (8/8/2023) dengan surat tanda bukti lapor STTLP/292/VIII/2023/SUB/TB, karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya ZAS (15) pelajar kelas tiga SMP Negeri 2 Silaen.ZAS diduga dianiaya RS di depan pintu keluar sekolahnya di SMP Negeri 2 Silaen Kecamatan Silaen Kabupaten Toba dengan menggunakan pisau, sementara RS merupakan pelajar di SMP Negeri 1 Silaen.BACAJUGAMenurut pengakuan RS ke orang tua ZAS usai penganiayaan, RS sengaja membawa pisau untuk menganiaya ZAS karena tersinggung dengan teguran ZAS sehari sebelumnya (Senin-red).ZAS menegur suara bising knalpot roda dua yang dikendarai RS. Keesokan harinya Selasa, RS menganiaya ZAS dengan tiga luka tikaman di punggung dan lengan hingga pisau patah di lengan ZAS."Anak saya ZAS hanya menegur RS karena suara bising dari knalpot kendaraan yang dipakai RS. RS mengakuinya dan RS membawa pisau untuk menganiaya ZAS anak saya" terang ibu korban Justina Panjaitan lewat sambungan telepon, Kamis (17/8/2023).[br]Melihat kejadian tersebut, kawan-kawan ZAS akhirnya menolong ZAS dan sempat terjadi baku hantam dengan RS.Guru SMP Negeri 2 yang melihat kejadian tersebut langsung melerai dan Justina akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Toba.Visum dilakukan di RS Porsea dan ZAS mendapat 11 jahitan di lengan dan di punggung.Hingga berita ini diturunkan, Polres Toba melalui Kasatreskrim AKP Wilson Panjaitan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penganiayaan ini."Pernah dilakukan mediasi perdamaian antar sekolah setelah kejadian, tapi keluarga pelaku belum pernah datang menjumpai kami" lanjut Justina.Keluarga korban meminta kejelasan kasus penganiayaan anaknya dan berharap tidak terjadi lagi. Mtc/Yin.