MATATELINGA, Medan : Sebagai wadah musyawarah para ulama, zauma dan cendikiawan muslim, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan saat ini memainkan peran yang semaakin signifikan dalam menjaga kerukunan hidup antara pemeluk agama yang berbeda. Artinya posisi MUI makin krusial di tengah banyaknya potensi perpecahan yang bisa merusak tatanan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
"MUI harus menjadi elemen pemersatu bangsa sekaligus menjadi elemen pemersatu bangsa sekaligus menjadi elemen yang memperkuat posisi umat Islam di tanah air, seraya terus membina toleransi dan kerukunan antar umat beragama," kata Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Asisten Pemerintah dan Sosial Muhammad Sofyan ketika menghadiri Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) III MUI Kota Medan di hotel Madani, Kamis (31/08/2023).
BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/upaya-imigrasi-minimalisir-tppo--diduga-rugikan-sejumlah-masyarakat
Ditambahkan Sofyan, MUI Kota Medan harus mampu menjadi organisasi ini sebagai sumber rujukan atas beragam permasalahan yang dihadapi umat muslim. Apalagi kini makin banyak hadist palsu dan aliran agama sesat yang bisa menyesatkan umat yang kurang ilmunya. Untuk itu, MUI sebagai organisasi harus terus diperkuat agar solidaritas di tubuh MUI semakin padu.
"Mukerda III merupakan kegiatan yang sangat penting bagi MUI. Kami berharap kegiatan ini mampu merumuskan beragam hal yang signifikan dalam pengembangan organisasi dan menghasilkan program yang terbaik untuk umat," jelas Sofyan.