MATATELINGA, T.Tinggi : Penjabat (Pj.) Wali Kota Tebingtinggi Drs. Syarmadani, M.Si mengatakan melalui Kampung Keluarga Berkualitas (KKB), kiranya bisa menjadi salah satu penyelesaian masalah penyakit masyarakat (Pekat) seperti penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan pelecehan seksual.Hal ini disampaikan Pj. Wali Kota Tebingtinggi dalam bimbingan dan arahan saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Kelurahan Menjadi Kampung Keluarga Berkualitas di Kota Tebingtinggi, Rabu (13/09) di gedung Hj. Sawiyah Jl. Dr. Sutomo.
BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/polres-labuhanbatu-tetapkan-fen-pemilik-gudang-penampungan-bbm-ilegal-di-sei-sanggul-jadi-tersangkaKegiatan ini digelar oleh Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi melalui Dinas PPKB (Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana)bersama dengan Kantor Perwakilan (Kaper) BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Sumatera Utara (Sumut)."Kita ambil langkah konkrit, tidak hanya himbauan tapi keluarga juga menjaga, mengingatkan jangan sampai lepas kontrol. Mudah-mudahan kedepan, penyakit masyarakat dan kekerasan pada anak ini bisa ditekan dan cegah, dengan dimulai dari keluarga. Mari bersama kita mencanangkan Kampung Keluarga Berkualitas, InsyaAllah ini menjadi awal Kota Tebingtinggi menjadi lebih baik dimasa akan datang," ujar Pj. Wali Kota.Dalam sambutan Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumatera Utara Dr. Munawar Ibrahim, SKP., M.PH., menyampaikan bahwa Kampung Keluarga Berkualitas ini tidak terlepas dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.