Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Guru PAI Menangis ke Dewan, 6 Bulan Belum Terima Tunjangan Sertifikasi

Guru PAI Menangis ke Dewan, 6 Bulan Belum Terima Tunjangan Sertifikasi

Redaksi - Senin, 18 September 2023 21:17 WIB
matatelinga
Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dhiyaul Hayati SAg MPd yang menerima kedatangan  puluhan guru
MATATELINGA, Medan: Puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan Provinsi Sumatera Utara mengeluhkan tunjangan sertifikasi yang sudah 6 bulan belum mereka terima.

Keluhan ini disampaikan kepada Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dhiyaul Hayati SAg MPd yang menerima kedatangan mereka di ruangannya. Bahkan kepada dewan ini, beberapa guru menangis sembari mengutarakan permasalahan mereka.

Menurut para guru ini, mereka yang sudah berstatus ASN PPPK belum mendapatkan hak-hak mereka sejak Bulan April hingga September. Ketika para guru PAI ASN PPPK menanyakan permasalahan ini ke Kemenag Medan, jawaban yang didapatkan, bahwa dananya tidak ada.

BACA JUGA:

"Para guru agama ini curhat, sudah sejak bulan 4 (April) lalu hingga September ini belum menerima tunjangan sertifikasi. Sementara di bulan 1, 2 dan 3 sudah mereka terima," ujar Dhiyaul Hayati, Senin (18/9/2023).

Legislator PKS ini menyatakan prihatin atas permasalahan para guru PAI di SD dan SMP yang sudah inpassing atau penyetaraan ke PNS tersebut, namun tidak mendapatkan hak-haknya.

[br]

"Saya berharap agar pemerintah pusat membayar sertifikasi guru P3K tepat waktu setiap bulannya. Karena ini sangat mempengaruhi kredibilitas mereka sebagai tenaga pendidik. Bagaimana para guru ini bisa fokus mengajar, jika ekonomi mereka pun kurang.

Tunjangan sertifikasi ini kan gunanya menyejahterakan guru agar dalam mendidik siswa mereka menjadi lebih kompeten,"ungkap dewan yang duduk di Komisi III DPRD Medan ini.

Lanjutnya lagi, guru agama memiliki peran penting sebagai garda terdepan setelah orang tua dalam pendidikan keagamaan bagi anak-anak. Apalagi sekarang ini banyak pelajar yang pergaulannya menyalah, terlibat dalam tindak pidana, prostitusi, geng motor dan tawuran.

[bt]

"Kita sekarang ini prihatin dengan pergaulan anak-anak sekarang. Mereka masih berstatus pelajar, tapi terlibat dalam tindak pidana. Seperti masalah narkoba, geng motor dan tawuran.

Salah satu penyebabnya, karena kurangnya mendapat pendidikan kegamaan. Karena itu disamping orangtua yang memberi didikan agama, guru juga berperan memberi pendidikan agar selalu terjaga nilai keagamaan dan norma-norma serta attitude siswa,"kata Dhiyaul.

Dia juga berharap agar masalah tertunggaknya tunjangan sertifikasi Guru PAI PPPK dapat terselesaikan.

"Jika memang anggaran selaku terkendala dari Kemenag pusat, lebih baik anggaran tunjangan sertifikasi dialihkan ke Dinas Pendidikan,"saran Dhiyaul seraya menegaskan akan berkordinasi dengan pihak terkait agar permasalahan para guru PAI ini tak lagi terulang.

Editor
:

Berita Terkait

Berita Sumut

Bupati Asahan Mendapat Penghargaan Dari Menteri Hukum RI

Berita Sumut

Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,1 Triliun untuk Percepat Program Hasil Terbaik Cepat

Berita Sumut

Pelindo Regional 1 Cabang Belawan Kenalkan Peran Strategis Pelabuhan kepada Mahasiswa Binus

Berita Sumut

"Komeng dan Ipan" Pembobol Mesin ATM, Meringis Kesakitan

Berita Sumut

Operasi Saber Bersinar 2026, BNNK Sergai Ungkap Penyalahgunaan Narkotika di Sejumlah Lokasi Rawan

Berita Sumut

Api " Berkobar" di Bangunan Sekolah Tarbiyah Islamiyah Di Hamparan Perak