MATATELINGA. Pematang Siantar :Pendidikan kependudukan ditanamkan sejak dini di seluruh Indonesia agar siswa memiliki kesadaran terhadap kondisi kependudukan dan sikap bertanggung jawab kepada bangsa dan negara dalam mengambil langkah-langkah kebijakan kependudukan.
Hal ini disampaikan Wali Kota dr Susanti dalam Advokasi Sosialisasi dan Fasilitas Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan Jalur Formal di Satuan Pendidikan Jenjang SD/ML/MTS Jalur Non Formal dan Informal Penguatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) se-14 SMPN/Swasta di Ruang Serbaguna Kota Pematang Siantar, Selasa (26/09/2023).
BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/wali-kota-bersama-forkopimda-high-level-meeting-tpid-kota-pematang-siantar
Selain itu, penanganan stunting bertujuan memiliki anak yang cerdas yang berkaitan dengan regenerasi dan harus diberikan pengetahuan dan wawasan tentang kependudukan.
"Anak stunting adalah anak yang kekurangan pertumbuhan dalam jangka panjang, sehingga kita perlukan pemberian nutrisi dan gizi yang cukup, " katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Hasudungan Hutajulu melaporkan, untuk penguatan siswa siaga kependudukan bagi pelajar SMP di Kota Pematang Siantar.
Penulis ; sip