MATATELINGA, Delisedng: Warga Dusun II A, dan II B Desa Klambir Lima Kampung Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang kecewa terhadap kinerja Kades mereka Mishan. Kades terkesan tak perduli dan cuek akan keluh kesah warga soal jalan lintas desa mereka yang luluh lantak dan rusak parah.Kekesalan warga mereka tumpahkan dengan menanam pohon pisang di badan jalan yang rusak, Minggu (1/10/23), di beberapa titik jalan antara Dusun IIA dan IIB.Aksi heroik warga mendapat sambutan positif dari para pengguna jalan yang melintas. Mengingat jalan penghubung antara desa itu memang sangat menjengkelkan. Bila musim hujan becek luar biasa, bila kemarau debu tebal menyiksa.BACA JUGA:
101 Perkara Dihentikan Penuntutannya Dengan Cara Humanis, Kajari Asahan Urutan“Sudah sering warga menyampaikan ke Kades Mishan agar jalan desa ini diperbaiki, jalan ini urat nadinya penghubung, sudah setahun kepemimpinan Mishan tapi tak ada kepeduliannya. Setidaknya Kades Kan bisa mengusulkan ke Pemkab Kabupaten Deliserdang, memohon dgar ada perbaikan jalan.Sama sekali tidak ada upaya Kades, lemah dia melakukan loby lobi.Ini sebagai protes warga atas acuh dan lemahnya Kades, tak ada sedikitpun upaya dan perhatiannya. Aksi ini murni dari hati kami, tak ada fasilitas yang dirusak, tanam pisang ini bukan anarkis murni sebagai aksi damai.[br]Semoga Kades Mishan bisa memahami betapa sakitnya hati warga yang keluh kesahnya tak didengar” kata warga. Sejumlah tokoh tokoh dari tokoh pemuda tokoh masyarakat mendukung dan terlihat hadir.Menurut warga, tak ada yang berdiri di belakang aksi tanam pisang, murni dari keinginan bersama. Warga merasa sudah tidak lagi memiliki pemimpin yang benar benar berjiwa membangun, “Jika kami boleh jujur belum ada pembangunan yang siknifikan dilakukan Kades Mishan, setahun kepemimpinannya masih biasa biasa saja", Ujar Salah satu warga dilokasi.Dari pantauan wartawan, aksi damai warga berjalan sesuai koridor, tak satupun warga yang protes, malahan mendapat apresiasi. Warga ramai beri dukungan, namun Kades Mishan tak kelihatan batang hidungnya, Termasuk Sekdesnya Ridwan Silitonga entah kemana menghilang.pungka"