MATATELINGA, T.Tinggi : Sebagai bentuk toleransi Umat Beragama Vihara Avalokites Vara Hong Sansee Temple memperingati ulang tahun Dewa Seng Ong Kong atau yang di sebagai sebagai Dewa Pelindung Masyarakat.Dalam acara tersebut terlihat Patung Dewa Pelindung Masyarakat di arak keliling Kota Tebingtinggi dikuti parade etnis diantaranya Seni Reok Ponorogo dan warga pribumi yang turut ikut dalam memeriahkan kehiatan tersebut termasuk kominiats pencinta sepeda tua (ontelis) baik yang datang dari Medan seperti Mesac maupun komunitas sepeda tua Kota Tebingtinggi.Kegiatan yang berlangsung pada Minggu pagi (08/10) ini juga di hadiri Kapolres Tebingtinggi AKBP. Andreas Luhut Jaya Tampubolon, tokoh Tionggia Kota Tebingtinggi yang juga ikut berjalan mengikuti arakan patung dewa tersebut.[br]Acara arakan tersebut diawali dari depan sekolah seasya Budi Darma Jalan Veteran, melintasi Jalan Senangin, Jalan Sudirmam, Jalan A. Yani, Jalan Iskandar Muda, Jalan Tamrin, Jalan SM. Raja dan terakhir Jalan Tengku Hasyim ya g meruapakn lokasi Vihara Avalokitesvara Hong Sansee Tample.Bahkan dengan kegiatan tersebut menjadi daya tarik pariwisata di Kota Tebingtinggi, karena arakan yang meriah ini di lakukan hanya setahun sekali saat ulang tahun Dewa Seng Ong Kong.Arakan inipun menjadi tontonan masyarakat yang melintas baik dari dalam kota dan luar kota yang melintasi Kota Tebingtinggi.Suhu Surya Darma selaku Ketua Yayasan Vihara Avalokitesvara Hong Shanse Tample disela-sela kegiatan mengatakan bahwa setiap tahunnya tepat diulang tahun Dewa Seng Ong Kong, Vihara Avalokites Vara Hong Sansee Temple rutin melaksanakan kegiatan mengarak patung Dewa Seng Ong Kong keliling Kota Tebingtinggi."Ini tradisi orang Thiongha yang ada di Kota Tebingtinggi Sumatera Utara. Kami melaksanakan arakan untuk mengenalkan Dewa Seng Ong Kong (Dewa Pelindung Masyarakat) kepada masyarakat yang ada di Tebingtinggi," paparnya.Tambah Surya Darma kembali, dalam pengarakan patung Dewa Seng Ong Kong, kita tidak membatasi masyarakat dari berbagai suku dan budaya serta agama untuk ikut andil, karena ini merupakan warisan leluhur orang Tionghoa zaman dulunya."Dengan terlibatnya masyarakat berbagai etnis mengarak patung Dewa Seng Ong Kong, maka terjalinnya kerukunan hidup beragama, etika sosial masyarakat dan kekondusifan di Kota Tebingtinggi karena tidak memilih-milih dalam pergaulan," ungkapnya.Sedangkan Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon yang ikut melaksanakan kegiatan tersebut mengaku sangat bangga, dimana jelang tahun-tahun politik, kekondusifan antar lintas agama dan etnik budaya yang ada di Kota Tebingtinggi tetap terjalin secara harmonis dan berkesinambungan.Kegiatan memperingati ulang tahun Dewa Seng Ong Kong dirangkai dengan penampilan Barongsai dengan berbagai atraksi, penampilan Reok dan bakti sosial dengan membagikan beras kepada warga kurang mampu disekitar Vihara Avalokites Vara Hong Sansee Temple. (bas)