MATATELINGA, Medan : Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara Mhd. Jahari Sitepu melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat administrasi (JA) dan pejabat fungsional umum (JFU) di lingkungan kantor wilayah Kemenkumham Sumatera Utara.Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan terhadap 90 (sembilan puluh) orang yang terdiri dari 11 (sebelas) orang Pejabat Administrator, 50 (lima puluh) orang Pejabat Pengawas, 25 (dua puluh lima) orang Pejabat Pelaksana, 1 (satu) orang PK Madya, 2 (dua) orang Analis Imigrasi Muda, dan 1 (satu) orang penyuluh Hukum Muda.Dalam arahannya Jahari mengingatkan pejabat yang baru dilantik, pesan Menteri Hukum dan HAM saat pelaksanaan apel di awal tahun.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/polda-sumut-ringkus-bandar-sabu-pesisir-pantai“Ingat kembali pesan Menteri Hukum dan HAM pada pelaksanaan apel bersama di awal tahun. Agar semua jajaran menjaga fokus dan kesehatan agar produktif dalam berkinerja sehingga berhasil mencapai tujuan organisasi, lebih lanjut kepada seluruh jajaran untuk melaksanakan resolusi 2023, yaitu mewujudkan Kementerian Hukum dan HAM semakin PASTI dan BERAKHLAK dengan bekerja secara cepat, tepat dan hasilnya akuntabel,” ujar Jahari di Aula lantai V kantor wilayah (Kamis,19/10/23)“Selanjutnya, setiap pegawai menjadikan resolusi 2023 tersebut menjadi resolusi masing-masing. Pribadi, dimaknai, serta diamalkan dalam bekerja, sehingga menjadi resolusi organisasi dan lebih besar lagi sebagai resolusi kementerian. Lakukan check, recheck, crosscheck dan final check dalam bekerja sebagai langkah monitoring dan evaluasi,” lanjutnyaMengakhiri tahun 2023, Jahari mengarahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan optimisme semangat bekerja dan kesehatan yang prima sehingga target kinerja dapat tercapai, pertahankan prestasi yang telah ditorehkan di tahun sebelumnya, mewujudkan Kemenkumham yang semakin PASTI dan berakhlak,""Penuhi target kinerja dengan baik dan hasil yang akuntabel, komitmen dan tanggung jawab serta konsisten dalam menjaga integritas sehingga dapat meminimalisir segala potensi penyimpangan, junjung netralitas dalam menyikapi kontestasi politik tahun 2024.Apabila terjadi kedaruratan atau bencana, siap hadapi segala kemungkinan dan terakhir miliki sense of belonging and sense of crisis dalam melaksanakan amanat dan tugas pengabdian.