MATATELINGA, Humbahas : Hujan deras disebut menjadi dampak pada bencana banjir yang masuk ke sejumlah rumah warga di 4 (empat) desa wilayah Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (14/11) lalu.Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Humbahas Halomoan Manullang saat dikonfirmasi, Jumat (17/11) via WhatsApp.Halomoan mengatakan, kejadian banjir itu dikarenakan hujan deras sehingga debit air terlalu banyak. " Debit air yang banyak, melebihi dari normal/ biasanya," ujarnya.Disinggung, apakah Dinas Lingkungan Hidup ada melakukan investigasi dari penyebab banjir tersebut, Halomoan mengaku bukan tugas pihaknya melakukan investigasi." Ngak ada tu poksi kita investigasi lae," ujarnya.Disinggung, apa alasannya menyebutkan karena hujan deras, adakah mempunyai data, Halomoan menyebut hanya dari kasad mata dikarenakan di wilayahnya hujan terus.[br]" Kalau hujan bukan aku yang punya data, Itu bmkg. Ngak ada lae ku, kasak mata do i karena turun hujan terus menerus," katanya.Lagi disinggung, selain faktor hujan deras, apakah ada yang lain, Halomoan mengakui tidak tahu." Belum dapat kita ketahui," katanya sembari menambahkan karena tidak tahu.Sementara, Kepala Dinas Kominfo Batara Siregar dikonfirmasi, belum dapat menjawab." Saya tanya dulu lah pak Benthon (Kepala Pelaksana BPBD) ya," ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp.Demikian, Kapolres Humbahas AKBP Hary Ardianto ketika dikonfirmasi apa penyebab banjir, hingga berita ini diturunkan ke redaksi belum menjawab.[br]Diberitakan sebelumnya, sejumlah rumah warga, dan pertanian di wilayah Kecamatan Baktiraja direndam banjir. Ada sebanyak 4 (empat) desa terdampak banjir, yakni Desa Martodo, Desa Marbun Toruan, Desa Simamora, Desa Sitinju.Untunya dari peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun pertanian diduga mengalami kerusakan.Camat Baktiraja Sanggam Lumbangaol mengatakan, banjir yang melanda di wilayahnya yang terjadi pukul 03.00 WIB yang mencapai setinggi pinggang orang dewasa dikarenakan meluapnya sungai aek silang di Baktiraja." Debit air dari hulu sungai melebihi kapasitas aliran sungai aek silang , dan menyebabkan bronjong sungai jebol dan meluap ke permukiman warga. Tidak hanya pemukiman, puluhan hektar lahan pertanian di empat desa juga terandam banjir,” kata Sanggam.