MATATELINGA, Tanjung Balai: Curhatan keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai viral dimedia sosial. pihak RSUD, dinilai tidak profesional dalam penangan dan asal asalan dalam perujukan pasien.Kekesalan itu, diposting akun facebook Ade Stefany Wtm.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/dua-hari-hanyut-di-sungai-titi-payung--jenazah-bocah-5-tahun-akhirnya-ditemukan-Dikutip Matatelinga.com Selasa (28/11/23) dalam unggahannya, Ade Stefany Wtm mengungkapkan pihak keluarganya diberikan harapan palsu oleh pihak rumah sakit dalam penanganan obat dan tindakan ronsen yang dijanjikan tak kunjung dikerjakan yang merupakan pasien BPJS."Kok udah berjanji dengan pasien mau di ronsen, jangan PHP. Semangat pasien kemarin sudah rawat inap lantaran kamu bilang langsung ronsen,nyatanya, tiga hari disana tidak ada dironsen," Tulis akun ituSelain itu, tulisnya pihak RSUD telah merujuk pasien kerumah sakit yang tidak memiliki alat yang sepadan. Sebab rumah sakit yang dituju bingung. Dan data yang dikirim berbeda dengan konfirmasi pasien."Sepele kamu, sama pasien mentang mentang BPJS," Ujar status itu.[br]Postingan itupun mendapatkan tanggapan emotion sebanyak 330, kemudian dibagikan sebanyak 85 kali, unggahan itu juga mendapatkan 145 komentar tentang pelayanan rumah sakit milik pemerintah didaerah tersebut.Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Tanjungbalai, dr. Andrew G. Sitorus, M.K.M, dampingi Juru bicara, Guntur Surya Darma, SH, mengatakan pihaknya sudah melakukan SOP pelayanan RSUD tengku Mansyur terhadap pasien yang dirujuk.Ia menjelaskan, pasien yang dimaksud oleh akun Facebook itu adalah seorang pasien keluhan pinggang."Sebelumnya pasien telah diperiksa dengan dokter spesialis karena begitu SOP nya sebelum dilakukan rujuk ke medan dengan harapan diperiksa kembali oleh dokter yang lebih spesialis di rumah sakit rujukan", katanya.Perkara obat dan infus yang dikabarkan habis tidak dilayani, Andre mengaku hal tersebut tidak benar."Tidak benar, karena dokter kami melihat kalau memang sudah tidak memerlukan obat, tidak perlu dilanjutkan lagi obatnya. Ibaratnya, koki kalau tidak butuh santan, untuk apa dimasukan santan," katanya.Andre menganggap postingan itu merupakan bagian perhatian masyarakat kepada pihak rumah sakit umum Daerah Dr Tengku Mansyur yang menginginkan perubahan terhadap pelayanan.(Riki).