MATATELINGA, Medan : Temuan 8 WN Bangladesh yang memiliki.KTP palsu dari Medan sangat mencengangkan.Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus pun mendesak agar pihak kepolisian mengusut tuntas persoalan tersebut
BACAJUGA
" Kita apreasi kepada Polda NTT beserta jajarannya yang telah berhasil mengungkap kedatangan delapan warga negara Bangladesh diwilayah hukumnya.Tapi, dalam hal ini kita mendesak agar seluruh kasus diusut sampai tuntas , " kata Robi Barus, Sabtu (16/12/2023).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan itu berharap agar dilakukan langkah kordinasi dengan pihak Polda Sumut untuk mengungkap jaringan di Kota Medan.
" Delapan warga asal Bangladesh terungkap memiliki KTP yang dibuat di Kota Medan.Segeralah Polda NTT berkordinasi dengan Polda Sumut untuk mengungkap atau menangkap oknum di Kota Medan , " kata Robi.
[br]
Sambung, Robi pihaknya justru dalam hal ini melihat ada sistem yang lemah di area bandara karena dengan mudahnya warga asing Bangladesh berangkat dengan KTP yang diduga palsu.
" Melihat dari siklus perjalanan yang dilakukan, kita melihat sistem di area bandara sangat lemah.Karena dengan mudahnya memakai KTP yang kita duga palsu bisa memakai trasportasi udara.Ada apa dengan area bandara sebagai kawasan area yang sangat ketat, ternyata masih memiliki kelemahan atau ada oknum yang terlibat.
Ini pun harus ditelusuri serta menjadi perhati serius Kementerian Perhubungan, " tegasnya seraya mengatakan mendukung sikap Walikota Medan yang akan memberikan tindakan tegas bila ada oknum Disdukcapil Medan terlibat.
Sebelumnya delapan warga negara asal Bangladesh ditangkapKepolisian Resor (Polres) Belu, mereka ditangkap dirumah salah satu warga diDusun Fatubesi, Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur .