Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Hujan Deras " Kota Medan di Kepung Air"
Banjir

Hujan Deras " Kota Medan di Kepung Air"

Admin - Sabtu, 04 Oktober 2014 06:53 WIB
Matatelinga
Matatelinga - Medan, Hujan deras yang mengguyur Kota Medan dan sekitarnya, menyebabkan berbagai kawasan mengalami kebajiran, satu di antara kawasan yang terparah terendam banjir adalah seputaran Jalan Sunggal, Jalan Nibung Raya,Karakatau dan Titi papan Medan Jumat (3/10/2014) malam.Warga Kota Medan  yang merasakan genangan air seperti di Jalan Titi Papan mengalami kebanjiran hingga paha orang dewasa dan juga sperti kawasan Sunggal. Akibatnya ratusan rumah warga terendam banjir. Selain itu, tidak sedikit kendaraan roda empat serta sepeda motor tak dapat bergerak di pinggir jalan. Bahkan tidak sedikit kendaraan pick up warga yang hendak mengangkat barang-barang turut terendam banjir.Salah seorang warga Lina (40) yang merupakan warga mengatakan banjir yang terjadi pada Jumat (3/10/2014) merupakan banjir terparah tahun ini. Sehingga pada ujung Gg tepatnya tidak jauh dari Musala air hingga satu pinggang ataupun satu paha orang dewasa. Oleh karena itu, dia mengharapkan pemerintah segera memberikan batuan."Air mulai masuk ke dalam rumah sejak pukul 18.00 WIB. Namun, satu mata kaki. Tapi, hujan deras yang mengguyur tidak berhenti-henti akibatnya air semakin tinggi hingga mencapai satu meter. Makanya sebagian warga sudah mengungsi. Hingga sekarang belum ada bantuan untuk pengusian hanya masyarakat saja yang membereskan barang-barang seadannya," katanya.Lanjut Lina, setiap tahun kawasan Jalan Titi Papan Gg Pertahanan mengalami empat kali banjir. Namun pada umumnya banjir tidak separah sekarang. Baginya, air masuk ke rumah warga hingga betis orang dewasa apabila terjadi banjir di hulu. Sedangkan, apabila turun hujan deras tidak parah."Kalau hujan gunung baru parah kali banjirnya, sedangkan hujan deras aja tidak separah sekarang banjirnya. Penyebab pokok masalah banjir dikawasan ini karena sungai sudah dangkal. Kalau sungai tidak bisa lagi menampung debit air, makanya banjir terus parah.Sementara itu, Muchlis Mahasiswa Graha Kirana meminta pada pihak Pemko Medan, dapat memperhatikan Jalan Nibung Raya Medan. Dimana, setiap hujan turun selalu badan jalan digenangi air lebih kurang setengah meter,sehingga aktivitas belajar terkendala.Hendaknya Walikota Medan Dzulmi Eldin dapat memerintahkan SKPDnya peninjaun lapangan dam melakukan penggorekan parit yang tidak berfungsi sama sekali, sehingga debet air dapat tertampung dan tidak terjadinya banjir setiap hujan turun, ujarnya.


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Lumpur Banjir Disulap Jadi Peluang Usaha, Pidie Jaya Belajar Produksi Genteng untuk Bangkitkan Ekonomi Pascabencana

Berita Sumut

Hujan Semalam Beberapa Ruas Jalan Desa Di Buntu Pane Tergenang

Berita Sumut

Syaiful Ramadhan Sarankan Gedung Sekolah Terbengkalai Jadi Posko Banjir

Berita Sumut

Ketua MPW PP Sumut Musa Rajekshah Qurban Sapi Tempat Korban Pascabencana Banjir

Berita Sumut

Pimpin Ekosistem Rumah Lelang Nasional, BTN Banjiri Pasar Dengan 10.000 Hunian Second dan KPR Bunga 5%

Berita Sumut

Tanggul Jebol, Ratusan Rumah Terendam Banjir