MATATELINGA,Tanjung Balai: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tanjungbalai, Andrinuka Saptana, akhirnya membuka blokir WhatsApp sejumlah wartawan yang mengkritisi kinerjanya. Pembukaan blokir ini menyusul viralnya pemberitaan yang menilai langkah Andrinuka menciptakan jurang bagi walikota Tanjungbalai.WhatsApp Andrinuka Saptana telah pulih, namun konfirmasi yang dilayangkan awak media masih enggan dia jawab.Selasa,(19/12/23).Sebelumnya, Andrinuka Saptana memblokir WhatsApp sejumlah wartawan yang memberitakan tentang keganjilan investasi videotron pihak ketiga. Andrinuka diduga gerah karena pemberitaan videotron merebak, hal itu terkuak ketika awak media mencoba mengkonfirmasi ulang terkait persoalan videotron.[br]Namun setelah ditemui, Andrinuka Saptana berdalih tidak melakukan blokir terhadap wartawan yang menyoroti soal videotron. Dia mengaku hanya sedang menprivat WhatsApp-nya."Gak diblokir, sedang ku privat aja," kata Andrinuka ngeles saat kepergok wartawan di Balai kota, Senin (11/12/23).Andrinuka Saptana beralasan melakukan privat WhatsApp-nya agar tidak terjadi miskomunikasi dalam penyampaian konfirmasi melalui pesan WhatsApp.Sikap Andrinuka itu mendapat kritikan dari kalangan senioran wartawan yang menilai Andrinuka tidak profesional dalam menjalankan tugas sebagai corong informasi. Selain itu, langkah yang diambil Andrinuka berdampak pada pengekangan kebebasan pers.Peristiwa ini pun mendapat perhatian publik, karena dapat berdampak pada kinerja Wali Kota Tanjungbalai.Awak Media masih menunggu jawaban AndrinukaMeski blokir WhatsApp-nya telah dibuka, namun awak media masih menunggu jawaban Andrinuka Saptana terkait sejumlah persoalan yang disoroti.Salah satu wartawan, Safrizal, mengatakan bahwa dia masih menunggu jawaban Andrinuka terkait persoalan videotron yang tidak memiliki izin."Kami masih menunggu jawaban Pak Andrinuka," kata Safrizal.Selain soal videotron, awak media juga masih menunggu jawaban Andrinuka terkait sejumlah persoalan lainnya, seperti dilaporkan nya andrinuka ke Polda Sumut terkait pengadaan aplikasi sidak mobile, dugaan korupsi Kuota internet dan pengadaan publikasi.Awak media berharap Andrinuka Saptana dapat bersikap profesional dan terbuka dalam memberikan informasi kepada publik.(Riki)