MATATELINGA, Belawan : Rohingya terdampar di perairan langkat,Tim inafis polres pelabuhan belawan lakukan sidik jari terhadap seluruh pengungsi ilegal.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/capaian-kinerja-kejati-sumut-tahun-2023--selamatkan-uang-negara-dari-tipikor-dan-datun-hingga-mencapai-rp-1-5-triliunSumut,Belawan.Dua hari pasca kedatangan warga negara asing Rohingya, senin sore,Tim Inafis dari Polres Pelabuhan Belawan melakukan pendataan dengan melakukan sidik jari terhadap 149 pengungsi Rohingya terdampar di perairan Langkat,Sumatera Utara.Belasan petugas dari tim Inafis dari Polres Pelabuhan Belawan yang melakukan sidik jari terhadap 149 orang warga rohingya yang saat ini berada di tenda pengungsian di kawasan Lampu Pusing, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli ,Kabupaten Deli Serdang,Sumatera Utara.[br]Sebelumnya para pengungsi Rohingya meninggalkan kamp nya di Bagladesh dan lebih memilih pergi mengunakan jalur laut, untuk mendarat di sejumlah pantai di Provinsi Aceh dan akhir Desember warga negara asing ilegal tersebut telah sampai di perairan Langkat.Kepala Desa Karang Gading, Agus Sanjaya,mengatakan.Atas dasar kemanusian,masyarakat membantu memberikan makanan dan minuman terhadap 149 orang Rohingya yang saat ini berada di tenda darurat di tengah pulau yang berseberangan dengan pemukiman penduduk.Kurang nya pengawasan di perairan Indonesia,membuat pengungsi Rohingya akan terus berdatangan saat ini Indonesia telah meminta bantuan dunia internasional dan mengintensifkan patroli di perairannya, lantaran peningkatan tajam jumlah pengungsi Rohingya di wilayahnya.