MATATELINGA, Rantauprapat : Hinggq Selasa (2/1/2024) hari ini, sejumlah desa dibeberapa kecamatan kawasan pesusir Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, masih digenangi air banjir, dampak dari turunnya hujan dari arah hulu / lereng bukitbarisqn sejak beberapa.Menurut informasi yang diterima
https://matatelinga.com, tingginya debit air yang turun dari langit beberapa hari jelang pergantian tahun 2023 ke 2024, berdampak pada terjadinya banjur. Sehingga menggenangi pemukiman penduduk, sarana / prasarana layanan publik seperti rumah ibadan, jslan, gedung-gedung sekolah, serta lahan pertanian masyarakat.Tercatat beberspa desa yang digenangi air, akibat banjir kiriman itu, diantaranya Sei Siartik Kecamatan Pabai Tengah, Desa Negerilama Seberang Kecamatan Bilah Hilir, Desa Sennah Kecamatan Pangkatan.Kepala Desa Sei Siartik, Kecamatan Panah Tengah, Samsul Bahri Nasution menyampaikan, banjir yang melanda daerah ini, berdampak pada terputusnya transportasi darat. BACA JUGA:
Warga Sekitar Bukit 12 Muara Sipongi Minta Dinas PU Bersihkan Jalan Berlumpur"Warga menggunakan alat transportasi air, seperti sampan atau perahu bermesin untuk mengangkut logistik kebutugan sehari-hari", ucapnya.Disebutkannya, kondisi banjir yang menggenangi pemukiman penduduk sudah cukup mengkhawatirkan. Karena derasnya curah hujan di bulan Desember dan berlanjut fiawal tahun baru ini.Samsul menjelaskan, banjir yang terhadi di Desa Sei Siartik, beradal dari luapan air Sei Barumun, yang hilunya berada di Kabupaten Padanglawas Utara.Sebab, tambahnya, derasnya curah hujan pada bulan Desember tahun 2023 hingga bulan Januari 2024 saat ini. Dampak dari tingginya curah hujan itu, menyebabkan air Sungai Barumun meluap.Katanya, nyaris seluruh dusun terdampak banjir di Desa Sei Siartik. Namun genangan aur banjir terparah, di Dusun Sei Udang, Dusun Sei Pinang, Dusun Sei Rambe dan Dusun Tangkahan Mayor.Menurut dia, di 4 dusun itu yang terparah, ketinggian air sudah mencapai 1 meter lebih. Sebagian warga sudah ada yang mengungsi.Sementara itu, selain Kecamatan Panai Tengah, dilaporkan pula, bencana alam banjir juga melanda beberapa desa di Kecamatan Bilah Hilir.Dari 11 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Bilah Hilir, banjir besar juga terjadi di Desa Negeri Lama Seberang. Desa ini, diapit benteng perusahan perkebunan kelapa sawit PT Socfindo, PT Sinar Pendawa dan PT Sembada Sennah Maju."Kondisi banjir, kian besar. Ada kemungkinan, air yang membasahi Desa Negerilama Seberang, semakin meninggi. Akibat kian tingginya hujan di hulu", katanya.Samsul Bahri Nasution menyebutkan, di desa yang ia pimpin, ada 9 dusun. Seluruhnya daerah itu digenangi air. Kemungkinan banjir akan semakin besar, dampak dari masih tingginya curah hujan.Sembilan dusun di Negetilama Seberang ini, semuanya dilanda banjir. Jalur transportasi darat terputus. Ketinggian air di jalan protokol Desa Negerilama seberang, sudah mencapai 1 pinggang orang dewasa. Dalam kantor kepala desa juga sudah digenangi banjir.Beberapa warga menyebutkan, Banjir di Negerilama Seberang ini, lambat surut. Akibat tingginya benteng �" perusahan perkebunan kelapa sawit yang berbatas dengan desa.Selain Desa Negerilama Seberang, di Kecamatan Bilah Hilir banjir juga melanda pemukiman warga, di Desa Kampung Bilah, Kelurahan Negeri Baru dan Kelurahan Negeri Lama.Ternasuk pula beberapa Desa di Kecamatan Pangkatan, diantaranya yang tetparah di Desa Senah. Selain menggenangi pemukiman warga, ruas jalan menghubungka Ajamu di Kecamatan Panai Hulu dan Aeknabara, Jecamatan Bilah Hulu, juga mengalami hal serupa.Pelaksana Tufas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Labuhanvatu, Ahmad Fadly Rangkuty SKom MKom, yang dihubungi, meminta waktu ubtuk menyampaikan informasi banjir ini. "Tunggu ya pak, saya mau koñfirmasi dulu sama canat kepala wilayah, yang daerahnya terdampak bencana alam. "Tunggu ya pak, saya konfirmasi dulu pak camat", ucap Fadly. (yasmir)