MATATELINGA, Asahan :Sosok Kepala Desa Ambalutu yang selama ini dikenal sebagai pamong desa juga seorang ulama sirna seketika setelah terjadi peristiwa unjuk rasa yang dilakukan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Komunikasi Mahasiswa Asahan (IKMA), Senin (08/01/2024) di depan balai desa Ambalutu kecamatan Buntu Pane Asahan.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/babak-baru-gugatan-iwsbc-pada-paradep-dan-wali-kotaKeterangan salah seorang ibu rumah tangga yang juga warga masyarakat setempat namun enggan disebut jati dirinya mengatakan sosok kepala desa Ambalutu Heri Kusmiyadi yang sudah menjabat Kades Ambalutu dua kali, namun selama dia menjabat banyak warga masyarakat yang teraniaya, seperti contoh dalam tahun 2023 Bilal mayit selama 3 bulan honornya tidak diberikan, dan banyak lagi kasus korupsi yang dilakukan kades terlebih lagi Kades Ambalutu sering kali melakukan pungutan liar bila ada warga yang hendak meminta tanda tangannya untuk keperluan dana kemaslatan yang dikucurkan dari Pemerintah kabupaten Asahan , untuk itu kami minta Camat Buntu Pane segera memberikan peringatan keras kepada Kades ydng terlalu rakus ini, ujarnya.Selain itu aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Komunikasi Mahasiswa Asahan , Anas dan Pi'i juga mengatakan perbuatan Kades Ambalutu Heri Kusmiyadi sudah mencederai hati masyarakat, dan kami akan segera melayangkan surat ke Polres Asahan terkait banyaknya kasus kasus tindak pidana yang telah dia lakukan .[br]Selain itu kami juga akan melaporkan perbuatan Kades Ambalutu Heri Kusmiyadi atas perbuatannya yang telah memasuki kamar ibu Samawita warga desa Ambalutu , Kades Ambalutu tersebut memasuki kamar seorang perempuan dikarenakan memaksa untuk meminta uang yang diberikan oleh Kersra Pemerintah Kabupaten Asahan sebagai fee yang harus diberikannya.Akibat kejadian tersebut ibu Samawita sempat berteriak meminta tolong kepada tetangganya .Anas maupun Pi'i juga berharap kiranya Camat Buntu Pane Jutawan Sinaga segera memanggil Kades dimaksud dan memberikan peringatan untuk tidak lagi arogan dengan warga masyarakat desa Ambalutu.Dan kami juga akan memberikan laporan secara resmi kepada Kepolisian Resor Asahan maupun Kejaksaan Negeri Asahan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang bersumber dari keuangan negara yang telah dia selewengkan , pungkasnya (dieks)