MATATELINGA, Rantauprapat : Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid 2 (dua) terhadap 10 orang di Rantauprapat, termasuk didalamnya orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu (bupati Erik Adtrada Ritonga), Kamis (11/1/2024) lalu, mendapat tanggapan dari Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT."Kita sangat menyayangkan dengan OTT jilid dua, di Kabupaten Labuhanbatu yang kita cintai ini", ucap Andi Suhaimi Dalimunthe, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu itu.[br]Menurut dia, OTT KPK diawal tahun 2024 ini, bukan yang pertama terjadi di Kabupaten Labuhanbatu. Tetapi ini, yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada OTT KPK pertama, yang terjaring itu Bupati Labuhanbatu, H Pangonal Harahap.Terkait dengan OTT KPK ini, Andi yang juga pernah menjabat wakil berpasangan dengan Pangonal dan menjabat bupati menggantikan Pangonal tersebut, lebih lanjut mengatakan, kepada Pemerintah Daerah, dengan kejadian OTT tersebut, jangan mengendurkan pelayanan di instansi-instansi vital, seperti pelayanan di rumah sakit, catatan sipil / kependudukan, dan kantor-kantor instansi tertentu lainnya.Seperti diberitakan media online
https://matatelinga.com sebelumnya, Plt juru bicara (jubir) KPK Ali Fikri menyampaikan, Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga ikut diamankan dalam operasi senyap ini. Tak hanya Bupati, satgas KPK juga mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan di Labuhanbatu, Sumatera Utara. (yasmir)