MATATELINGA, Medan:Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Sumut Astrada Mulya, mendesak pihak Otoritas Pelabuhan Belawan memberikan sanksi tegas terhadap pengusaha kapal yang melakukan pencemaran di laut Belawan.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Nasional/kepala-bakamla-ri-tanda-tangani-kerja-sama-dengan-universitas-sam-ratulangiHal ini terkait dengan bocornya Marine Fuel Oil (MFO) yang diduga milik perusahaan rekanan PT Pertamina Patra Niaga yakni milik PT Munasindo Mandiri Sejahtera sebagai perusahaan pengangkut MFO saat kapalnya bersandar di Pelabuhan Belawan Kamis,(18/1/2024).Menurut Astrada , dampak kebocoran itu dapat merusak laut karena permukaan laut tergenangi minyak, sehingga ekosistem laut akan terganggu yang berimbas kepada hasil tangkapan ikan dan pastinya mengancam mata pencaharian nelayan." Kejadian tersebut memperlihatkan kepada kita kurangnya SOP yang dimiliki perusahaan sekelas BUMN yang harusnya hal-hal begini tidak boleh terjadi", kata Astrada.[br]" Kebocoran terjadi bukan di laut lepas, tapi dipinggiran. Kita menduga ini kelebihan muatan sehingga menabrak dermaga lalu bocor karena beratnya muatan ,ini informasi dilapangan dan beberapa media kita dapati", lanjutnya.Astrada menambahkan belum lagi dampak lingkungan yang ditimbulkan, rusaknya hutan . Tentu ini sangat merugikan alam walaupun akhirnya antara air dan minyak tersebut akan terasimilasi tetapi waktu yang dibutuhkan cukup lama." Kejadian ini tidak boleh dianggap biasa saja, harus benar-benar diusut . Maka kami GPII Sumut meminta kepada bapak kapolda untuk turun tangan usut kasus ini , panggil semua yang terkait dengan kejadian ini, kami menduga ada kelalaian mekanisme hingga menimbulkan kerugian. Pol.Airud juga kita minta lakukan penyidikan" tegasnya." Kita adalah negara hukum, hukum kita harus kuat, kapolda harus ambil sikap. Karena sudah ada dampak yang ditimbulkan. Menurut hemat kami harusnya kapal ini di beri police line ada investigasi petugas , diusut dulu sebabnya baru diangkat, kalau begini besar dugaan kita aparat penegak hukum tidak kerja atau pura-pura tidak tahu" lanjutnya." Kami sebagai Pemuda yang lahir dari rahim mahasiswa akan terus mengawal kasus ini , bahkan kami akan turun aksi agar menyampaikan langsung kepada elit pemangku kebijakan" kata Astrada nads dengan berapi - api. ( irwansyahputra)