MATATELINGA, Jakarta : Cegah praktik politik uang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, yang rencananya akan digelar November 2024 mendatang, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Labuhanbatu Raya (DPP Ikalabaya) Indonesia, Rabu (7/2/2024) pagi, bertandang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung "merah putih" Jakarta.Pengurus DPP Ikalabaya yang melakukan kunjungan ke kantor KPK itu, dopimpin ketua umum Effendi Baharuddin, didampingi unsur pengurus lainnya, yaitu Adam Siagian dan Sayful Bahri. Ketiganya, diterima staff sekretariat KPK, Irwan.Siaran pers yang diterima media online
https://matatelinga.commenyebutkan, DPP Ikalabaya Indonesia menjajaki kerjasama dengan KPK, menghadapi pesta demokrasi lima tahunan Pilkada serentak tahun 2024. Diantaranya akan digelar di Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara.[br]Effendi Baharuddin, selaku Ketua Umum DPP Ikalabaya Indonesia menyebutkan,disetiap Pilkada di tiga Kabupaten Labuhanbatu, diduga praktik jualbeli suara dilakukan secara masif. Sehingga ini ditenggarai, menjadi pemicu pemenang pilkada melakukan korupsi.Sementara katanya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sepertinya tak mampu untuk mencegah praktik politik uang tersebut. Karena ditenggarai justru pengawas Pilkada ini, diduga ikut bermain dalam praktik politik uang tersebut.Sementara staff sekretariat KPK, Irwan, yang menerima rombongan berjanji, akan meneruskan surat dari DPP ikalabaya Indonesia, kepada pimpinan KPK. (yasmir)