Matatelinga - Medan, Kinerja kepala sekolah (kepsek) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Medan, Jalan Budi Kemasyarakatan, Yos Sudarso, Medan, Drs Sahlan Daulay MPd akan dievaluasi, dikatakan Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdk) Kota Medan, Ramlan Tarigan. Karena, Drs Sahlan Daulay MPd yang menjabat sejak tahun 2006 sampai dengan sekarang, kerap keluar kantor masih dalam jam kerja. Bahkan, Sahlan Daulay tidak kembali ke sekolah favorit kota Medan itu."Kepala sekolah tidak boleh keluar pada saat jam kerja, kecuali ada rapat di Dinas Pendidikan atau di kantor walikota Medan atau dalam rangka kegiatan lainnya namun tetap ada pemberitahuan," tegas Ramlan menjawab MedanBisnis via telepon selulernya, Rabu (8/10/2014). Disebutkannya, evaluasi itu bentuknya teguran/mengingatkan kepala sekolah Drs Sahlan Daulay MPd. "Nanti kita ingatkan dia (Drs Sahlan Daulay MPd, red). Namun kita juga perlu tahu, apa benar beliau keluar tanpa ada urusan yang diurusnya," sebutnya.Saat ini Ramlan menduga, pihaknya tidak berpikiran negatif tinking dahulu. Ramlan memperkirakan, Sahlan Daulay keluar kantor untuk mengurus administrasi ke kantor Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB). "Tapi nanti kita pastikan dulu apa penjelasannya," jelasnya.Informasi yang diperoleh dilapangan, fenomena kerap tidak betahnya Sahlan Daulay di kantornya itu, diduga disebabkan adanya temuan dan menjadi catatan buruk Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), terkait memludaknya siswa/siswi sisipan di sekolah tersebut. "Uda jarang di kantor dia (Sahlan Daulay, red). Hari, Senin (6/10) kemarin aja, siap upacara bendera dia buru-buru keluar. Ngak tau apa urusannya," kata salah seorang guru pengajar di sekolah itu yang namanya tidak bersedia disebutkan.(Mt)