MATATELINGA, Rantauprapat :: Dua dari 66 orang korban keracunan di Lingkungan Sibuaya, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Selasa (20/2/2024), merupakan tuan rumah penyelenggara perwiritan.Kapolres Labuhanbatu, AKBP Dr Bernhard L Malau SIK MH, melalui Kasi Humas, AKP Parlando Napitupulu SH, menyampaikan ini kepada media online
https://matatelinga.com, Selasa (20/2/2024) malam.Menurut dia, bukan cuma jemaah perwiritan saja yang keracunan. Tetapi suami dan anak tempat berlangsungnya perwiritan juga korban keracunan.[br]Katanya, tempat berlangsungnya perwiritan itu, langsung memasak makanan yang disajikan kepada jamaah perwiritan. Bahsn-bahan yang dimasak, dibelinya dari pasar."Polres Labuhanbatu masih melakukan penyelidikan, asal bahan-bahan yang dimasak untuk kegiatan perwiritan itu", ucap Parlando.Sebelumnya, Direktur RSUD Rantauprapat, dr Syafril Harahap SPb, melalui Kasi Humas, Doni Simamora SKeb Ners membenarkan, puluhan warga Sibuaya, korban keracunan di rawat di rumah sakit milik Pemerintah Kabipaten Labuhanbatu.Doni memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa keracunan tersebut. Katanya, petugas medis melakukan perawatan secara intensif terhadap para korban.Dilain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Friska Simanjuntak mengatakan, puluhan orang diduga menjadi korban keracunan makanan.Menurut Friska, peristiwa keracunan ini berawal usai puluhan masyarakat Lingkungan Sibuaya, Kelurahan Sioldengan menghadiri sebuah undangan wirid di Lingkungan Padang Pasir, Kelurahan Urung Kompas pada Senin (19/2/2024) sore.[br]Usai perwiritan, puluhan masyarakat menerima bungkusan (bontot), berupa telur rendang, sayur tumis dan nasi putih untuk dibawa pulang. Namun, warga yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, mengalami mual, muntah dan lemas usai memakan nasi bungkusan sejak Senin sore.“Diduga keracunan makanan yang diterima usai menghadiri perwiritan di Padang Pasir,”jelasnya.Friska menambahkan, Dinas Kesehatan Labuhanbatu telah mengumpulkan sampel berupa sisa makanan yang dikonsumsi puluhan masyarakat, untuk dibawa ke BPOM guna pemeriksaan.“Sisa makanan sudah kita kumpulkan untuk kemudian dikirim ke BPOM agar dilakukan pemeriksaan sampel makanan,” tuturnya. (yasmir)