Matatelinga - Binjai, Niki (29) warga Pasar V, Perumahan Batu Gaja, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, menghilang sesaat diamankan petugas kepolisian di Polsek Binjai Selatan."Kemana anak ku, kenapa dia bisa menghilang. Tapi semalam ditangkap polisi. Kenapa katanya hilang sesaat di berada Polsek Binjai Selatan," tanya Tri Astuti (ibu-red) didamping Restri (istri Niki-red) sesaat mendatangi Polsek Binjai Selatan, guna mencari tahu keberadaan anaknya, Kamis (5/9) siang. Dengan nada lirih dan wajah penuh kecemasan, diceritakan wanita paruh baya ini. Sebelumnya ada sekitar 6 personil kepolisian dari Polsek Binjai Selatan yang mendatangi kediaman mereka. "Mereka naik mobil avanza warna hitam, tapi saya lupa nomor plantnya," ungkap wanita beranak tiga ini.Tanpa alasan yang jelas, papar dia, polisi berpakaian pereman ini menangkap anaknya. Tidak hanya itu, petugas yang hampir rata-rata betubuh kekar ini sempat beberapa kali memukuli Niki. Suara erangan kesakitan pun terlontas dari mulut anaknya itu. "Kutengok anakku sudah meringis kesakitan sampai gak bisa jalan. Dia teriak memanggil-manggilku "aduh mak, aduh mak, sakit kali kakikku," jelasnya dengan wajah penuh ketakutan. Melihat itu, dirinyapun berusaha mengikuti petugas yang menagmankan anaknya. Dirinya juga sempat bertanya kepada petugas kenapa anaknya ditangkap. Namun seakan petugas tidak memperdulikan pertanyaan darinya. "Mereka (polisi-red) langsung memasukan anakku ke dalam mobil dan tidak memberikana alasan jelas kenapa Niki ditangkap," ungkap dia. Merasa cemas dengan tindakan arogansi petugas yang mengamankan anaknya. Sebagai seorang ibu, Tri Astuti, berusaha mengikuti petugas yang lasngung membawa Niki. Tapi saya, dirinya malah tidak diperbolehkan untuk mengikuti. "Sudah jangan ikut-ikut," terang Astuti, mengulang perkataan dari salah petugas.Hingga kini mereka tidak mengetahui kemana rimba Niki. Sebab, ketika didatangi ke Polsek Binjai Selatan, tempat anaknya diamankan. Petugas yang sempat ditemuinya mengakui, kalau Niki telah melarikan diri. "Kemanalah kami harus mencari dia (Niki-red)."Kemana lah kami harus mencari suami ku. Ketika penangkapan terjadi, aku sempat melihat dia (Niki-red) dipukuli pakai kayu broti sampai berdarah dan dibawa pergi begitu saja," tegas Resti, menitihkan air mata.Sayangnya, hingga kini pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan resmi terkait masalah penangkapan Niki. Nomor telpon Kanit Reskrim Binjai Selatan AKP Sopar Sirait, saat dihubungi tidak aktif. Sementara Wakapolsek Binjai Selatan AKP Marwan, yang coba dihubungi via selularnya juga enggan mengangkat telponya.(Mt/Hendra)