MATATELINGA, Asahan :Kasus longsor tambang batu Padas atau yang sering disebut orang dengan sebutan galian "C" yang berada di desa Marjanji Aceh Aek Songsongan milik warga di kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan yang terjadi pada Jum'at 29 September 2023 lalu mengakibatkan dua orang pekerja tambang tersebut diantaranya Fahmi warga Aek Nagaga dan Nogaya warga Sitinjak tewas dan satu orang yang tidak diketahui identitasnya kritis.
Biarpun kejadian telah berlangsung lama, namun reporter "Berita Tatotabuana" terus memberitakan dan kini reporter tersebut dianiaya oleh diduga pelaku, Selasa (05/03/2024).
[br]
Dedi Siregar (49) warga Asahan yang juga merupakan reporter "Berita Tatobuana" dalam keterangannya mengatakan dirinya telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pekerja tambang galian "C" yang kerap dipanggil dengan sebutan "Ateng", penganiayaan tersebut berkaitan dengan pemberitaan terkait galian C tersebut yang telah merenggut nyawa 2 orang pekerjanya, dan usaha galian C tersebut ditengarai tidak memiliki perijinan yang sah, ujarnya.
BACA JUGA:Pelaku Pengeroyok Rizaldi Jambak berhasil dibekuk
Dedi Siregar juga mengatakan kejadian penganiayaan tersebut terjadi di salah satu cafe di desa Bandar Pulau Asahan, oknum pekerja tambang tersebut yang juga merangkap orang kepercayaan toke galian C tersebut secara tiba tiba mencekik batang leher saya serta mendorong tubuh saya dengan kasar.
Akibat perbuatan oknum pekerja tambang galian C yang kerap disapa dengan panggilan Ateng ini, kami langsung mengadukan perbuatan tidak menyenangkan ini ke SPKT Polres Asahan dengan nomor pengaduan STPLP/127/II/2024/SPKT/ Polres Asahan/Polda Sumatera Utara tertanggal 19 Februari 2024 .
Kami mohon Polres Asahan untuk dapat segera menindak lanjuti dan memproses pengaduan kami ini, ungkapnya (dieks)