MATATELINGA, Tanjung Balai: Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Besar Pemuda Anti Diskriminasi Sosial (KB-PADS) menduduki rumah dinas Walikota Tanjung balai .Kamis (7/3/24).[Aksi ini merupakan bentuk kecaman keras terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Mansyur Kota Tanjung balai yang melaporkan keluarga pasien bayi yang meninggal pada tanggal 17 Februari 2024 lalu.Aksi demonstrasi ini merupakan kali kedua yang dilakukan KB-PADS. Massa juga kecewa terhadap Walikota Tanjung balai yang dianggap lamban dalam menyelesaikan perkara tersebut.[br]"Kami mendesak Walikota untuk segera mencopot 'TMM', Direktur RSUD Tengku Mansyur, karena dinilai gagal dan bobroknya sistem pelayanan RSUD sehingga mengakibatkan dugaan korban jiwa," kata Mahmudin, Koordinator aksi.Mahmudin yang akrab disapa Kacak itu menyayangkan sikap Walikota H Waris Thalib yang bertele-tele menyelesaikan persoalan tersebut."Laporan terhadap keluarga pasien yang dijanjikan tidak kunjung dicabut hingga saat ini dan tim investigasi yang dibentuk juga tidak ada kejelasan, Walikota hanya membuat bualan," ungkapnya.Massa menilai Walikota gagal dalam memimpin dan tidak layak dua periode karena menyelesaikan persoalan kecil saja tidak mampu.[br]Awalnya, massa menduduki rumah dinas Walikota. Namun, setelah dimediasi oleh Wakapolres Tanjungbalai, Kompol Rudy Candra, massa akhirnya keluar dan melanjutkan demonstrasi di depan gerbang rumah dinas.Di sela-sela demonstrasi, massa juga mengumpulkan donasi koin untuk mengganti kerugian atas kerusakan barang yang dituduhkan kepada keluarga pasien.Sementara itu, Asisten Admistrasi Umum Pemkot Tanjung balai, Walman Riadi P Girsang yang menemui massa mengatakan akan menyampaikan aspirasi mereka kepada Walikota.Menurutnya, Walikota saat ini sedang dalam tugas luar kota. Walman berharap massa untuk bersabar karena tim saat ini sedang bekerja untuk mengusut kasus di RSUD itu."Pemeriksaan sedang dilakukan oleh inspektorat," kata Walman.(Riki)