Matatelinga - Medan, Diduga memperebutkan lahan, dua kelompok pemuda bentrok dan saling tembak di sekitar Jalan Binjai KM 15 Disi, Desa Paya Bakung, Kecaamatan Hamparan Perak, Senin (13/10/2014) sore. Motif pertikian tersebut masih dalam penyelidikan polisi, namun dugaan sementara terkait perebutaan lahan Perumahan Grand Banten/Ciptaland di lokasi Desa Paya Bakung. Namun demikian, tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut.Data yang diterima wartawan dari lapangan, sebelumnya lokasi proyek perumahan Grand Banten disebut-sebut diawasi oleh kelompok dari Ln. Namun, pada Senin sore, tiba-tiba kelompok pemuda yang dikomandoi BG melakukan penyerangan terhadap kelompok Ln di sekitar lokasi proyek.Meski mendapat serangan mendadak, kelompok Ln berusaha melawan dengan menggunakan senjata tajam. "Kami sempat lihat ada dua kelompok pemuda bentrok di sekitar lokasi proyek perumahan itu bang. Kedua belah pihak yang bertikai menggunakan senjata tajam. Bahkan, kami juga sempat dengar ada suara tembakan senjata api, makanya kami pun tak berani mendekati lokasi bentrok tersebut," ucap salah seorang warga yang enggan menyebut namanya itu. Memang, lanjutnya lagi, saat terjadinya bentrok, ada diantara pihak yang bertikai memegang pistol, dan sempat melepaskan tembakan. "Waktu keributan terjadi, salah satu laki-laki tiba-tiba mengeluarkan pistol bang. Disitu, langsung terjadi tembak-tembakan," tandas p ria berperawakan kurus itu. Tak lama kemudian, puluhan petugs Sat Reskrim Polresta Medan, Polsekta Sunggal, Polsekta Helvetia dan Polsekta Hamparan Perak turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Namun, sebelum kehadiran petugas ke lokasi kejadian, dua kelompok yang bertikai itu sudah membubarkan diri. Dan sampai saat ini, polisi belum ada mengamankan satu pun dari kedua kelompok yang bertikai itu. Waka Polresta Medan, AKBP Yusuf Hondawantri Naibaho ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif bentrokan tersebut. Ia pun belum bersedia merinci bagaimana peristiwa bentrokan ini terjadi."Anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan. Kami dapat informasi tadi, terus kita tindaklanjuti," terang Naibaho. Diakuinya, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentruk susulan, pihaknya telah mengerahkan seluruh kekuatan untuk mengamankan lokasi. "Semua tim gabungan kita turunkan ke sana. Mulai dari Sat Reskrim, Sat Narkoba, bahkan polsek-polsek kita kerahkan ke sana," tandasnya(Mt)