Matatelinga-Medan, Puluhan warga yang bermukim di Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas melakukan demo pembangunan tower di atas menara Mesjid Shilaturahim, Rabu (15/10) siang.Dalam demo tersebut, warga terlibat keributan dengan salah seorang pengurus Badan Kenaziran Mesjid (BKM) Shilaturahim. Bahkan, seorang ibu-ibu memaki dan menuding penasehat BKM korupsi.Warga menuding, pembangunan tower tersebut cacat hukum dan tidak memiliki izin. Selain itu, warga juga menolak pembangunan tower karena bahaya radiasi."Kami tidak terima di atas menara mesjid dibangun tower. Mesjid yang dulunya bagus menjadi rusak. Saya juga melihat pembangunan tower ini berbahaya," kata Dewan Syahputra, warga sekitar.Dikatakannya, dia dan 59 warga lainnya juga sudah menandatangani surat penolakan pembangunan menara. Namun, entah kenapa pembangunan terus berlanjut hingga menimbulkan emosi warga."Kami sudah tanda tangan diatas surat pernyataan menolak pembangunan tower Indosat ini. Pasti ada yang bermain ini," ungkapnya.Dewan menyebutkan, pihaknya melalui Kecamatan juga sudah menyurati Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan, dengan surat nomor 648/636 tertanggal 30 September 2014 perihal pembongkaran tower."Dalam surat tersebut warga meminta penyetopan bangunan yang memiliki izin dari Pemerintah Kota Medan," sebutnya.Menyikapi hal tersebut, Mistoharjoyo penasehat BKM Mesjid Shilaturahim membantah kalau dirinya menerima aliran dana kontrak pembangunan tower. Namun dirinya tidak membantah kalau pembangunan tower memang tidak memiliki izin."Ini memang salah. Pembangunannya gak ada izin. Tapi mesjid membutuhkan duit. Duitnya itu akan kita gunakan untuk pembangunan sekolah madrasah. Tanahnya sudah kita beli," tukasnya.Terpisah, H Pahri, Camat Medan Amplas yang datang ke lokasi menyebutkan, pembangunan tower ini memang tidak memiliki izin."Pembangunannya tidak ada izin. Kita sudah surati Dinas TRTB," ujarnya singkat.Setelah melakukan demo selama lebih kurang setengah jam, akhirnya warga membubarkan diri setelah disarankan Camat untuk pulang. Namun, warga berjanji akan melakukan aksi serupa jika pembangunan tower tetap dilanjutkan. (rad/mt)