MATATELINGA, Medan : Berbekal dari kesertaan mengikuti salah satu kquiz di jejaring sosial, personel Bidang Humas Polda Sumut, Aiptu Widodo berhasil membantu masyarakat yang membutuhkan, Kamis (9/5/2024) pagi.
BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/tabrakan-maut-di-tol-tanjung-morawa-lubuk-pakam---karyawan-pabrik-di-belawan-meninggal-dunia
Bantuan itu diterima warga kurang mampu di Jalan Perbatasan Dusun VIII Desa Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.
Penuturan Aiptu Widodo, awalnya iseng mengikuti quiz salah satu program Telkomsel Roli Berbagi berupa Quiz. Personel Bidang Humas Polda Sumut tersebut mendapat pertanyaan memilih serta mengisi jawaban, sampai kepada pertanyaan : "Apabila anda diberi kesempatan untuk membantu orang lain, siapakah yang ingin anda Bantu"?.
[br]
Aiptu Widodo mengaku langsung teringat kepada salah seorang masyarakat ketika dirinya sedang pangkas rambut setahun lalu. Dia melihat sebuah keluarga yang diusir dari rumah kontrakan karena tidak sanggup membayar sebesar Rp 200.000,- perbulan.
"Iba dan miris saya melihatnya," ujar Aiptu Widodo kepada wartawan, Jumat (10/5/2024).
Empati itu muncul ketika melihat anak dari masyarakat itu masih kecil-kecil dan istrinya mengidap penyakit paru-paru (pernafasan).
Berangkat dari kejadian itu, Aiptu Widodo mulai mencari tahu keberadaan mereka pasca diusir dari rumah kontrakan tersebut.
"Alhamdulillah ketemu, bapak Suherdi dan Bu Jumarni dengan ke empat anak - anaknya tinggal di Dusun VIII, Pasar XI Desa Bandar Khalifah Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliaerdang Provinsi Sumatera Utara," ucapnya.
Kini mereka tinggal di rumah gubuk reot berdiameter 3,5 x 10 meter berdinding baliho bekas reklame dan beratapkan terpal plastik.
"Bersyukur kami Pak, karena tidak ngontrak lagi, ini tanah warisan orang tua saya," ucap Suherdi yang berprofesi sebagai penjual ikan hias dan ikan laga.
"Kalau laku dagangan ikan saya, kami bisa makan pak. Jika tidak, maka makan nasi saja tanpa lauk pauk, kadang juga 'ngebon' di warung Pak," lirihnya ditirukan Aiptu Widodo.
Dari cerita pilu tersebut, Aiptu Widodo tergerak untuk membantu kehidupan keluarga Suhendri. Tak jarang Widodo bersedekah sembako hingga memiliki kesempatan ikut Program Roli Berbagi.
Aiptu Widodo mengedepankan cerita dari keluarga Bapak Suherdi ini. Dia memberikan bantuan ke kediaman Suhardi dan Jumarni senilai Rp 1.500.000,-.
[br]
Dalam kesempatan itu, Suherdi dan Jumarni mengucapkan terima kasih kepada Aiptu Widodo yang telah rela membantu kehidupan mereka selama ini.
"Semua ini adalah amanah, kalian yang berhak menerimanya, saya hanya sebagai perantara dari orang - orang yang peduli kepada kalian," kata Widodo.
Setelah menerima bantuan itu, selanjutnya Aiptu Widodo menemani Suherdi berbelanja sembako serta membeli Seng, broti dan kebutuhan lainnya untuk merehab gubuknya tersebut.
"Semoga ada pihak yang sudi membantu mereka, mengingat anaknya yang paling besar berjenis kelamin perempuan putus sekolah terakhir duduk di bangku kelas VI SD. Yang nomor dua laki laki duduk di kelas 4 SD dan yang ketiga, keempat masih berusia 3 dan 4 tahun. Mereka sama sekali belum memiliki identitas baik Kartu Keluarga dan KTP serta BPJS," ungkap Widodo.